bugar

Mengapa Ultra-Processed Food, Seperti Mie Instan, Tidak Boleh Dikonsumsi Berlebihan dan Dalam jangka Panjang?

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:06 WIB
Ilustrasi deretan ultra-processed food. Tidak masalah jika dikonsumsi tidak sering dan dalam porsi yang normal. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Misal, pengawet, pengemulsi, pemanis buatan, serta pewarna dan perisa buatan, yang umumnya tidak digunakan dalam masakan rumahan. Selain itu, makanan jenis ini biasanya memiliki masa simpan yang sangat lama.

Ciri Utama Ultra-Processed Food

Secara umum, UPF memiliki karakteristik berikut:

1. Banyak bahan tambahan (aditif)
Misalnya:

  • Penguat rasa (MSG, disodium inosinate);
  • Pemanis buatan (aspartam, sukralosa);
  • Pewarna sintetis;
  • Emulsifier, stabilizer, thickener.

2. Bahan industri yang tidak lazim di dapur rumah
Contoh:

  • High-fructose corn syrup. Contoh produk yang memakai: minman bersoda, minuman rasa buah kemasan, the kemasan manis, dan sebagainya)
  • Modified starch. Contoh produk yang memakai: mie instan, sosis, nugget, bakso instan, dan sebagainya);
  • Hydrogenated oil. Contoh produk yang memakai: margarin keras, biscuit dan kue kering kemasan, donat dan pastry industry, dan sebagainya.
  • Protein isolate. Contoh produk yang memakai: nugget dan sosis olahan, bakso instan, sereal atau snack tinggi protein, dan sebagainya.

Baca Juga: Beberapa Pernyataan Tentang Diet Itu Sesuai Fakta Atau Hanya Mitos? Simak Kebenarannya !

3. Sangat praktis dan siap konsumsi

  • Tidak perlu dimasak atau hanya dipanaskan;
  • Umur simpan panjang.

4. Padat energi, miskin zat gizi

  • Tinggi gula, garam, dan/atau lemak jenuh/trans;
  • Rendah serat, vitamin, dan mineral alami.

Ultra-processed food ini sudah pasti sangat mudah kita jumpai sehari-hari, dan mungkin tanpa sadar sudah pernah (bahkan sering) kita konsumsi.

Yang menjadi masalah adalah ketika ultra-processed food ini kita konsumsi secara berlebihan dan dalam jangka panjang, bukan sesekali.

Banyak temuan yang bersifat asosiatif (bukan UPF sebagai penyebab secara langsung) bahwa UPF yang dikonsumsi secara lerlebih dan jangka panjang, berdampak pada kesehatan.

Adapun dampak kesehatan yang terasosiasi dengan UPF yang dikonsumi secara berlebih dalam jangka waktu panjang adalah obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, gangguan ginjal dan pencernaan, dan peningkatan risiko kematian dini.

Oleh karena itu, banyak ahli gizi yang menyarankan untuk membatasi frekuensi dan porsi konsumsi UPF dalam sehari/pekan. WHO (World Health Organization) sendiri juga tidak melarang UPF, namun menganjurkan diet dengan fokus pada makanan utuh dan minim diproses. ***

Halaman:

Tags

Terkini