Menghindari Kolesterol Dalam Makanan Tak Hanya Memerhatikan Bahan Makanannya Saja

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 19:16 WIB
Kolesterol dalam darah tidak selalu disebabkan oleh kolesterol dalam makanan. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Kolesterol dalam darah tidak selalu disebabkan oleh kolesterol dalam makanan. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Permasalahan kolesterol dalam darah selalu dikaitkan dengan jenis makanan yang diasup. Sepemahaman kita sebagai orang awam, sejumlah jenis makanan sebaiknya dihindari agar tidak menambah kadar kolesterol dalam darah kita.

Benarkah?

Menurut American Heart Association, seperti yang ditulis di Heart.org, kolesterol makanan itu beda dari kolesterol darah. Kolesterol dalam makanan (misal, telur, daging, dan sebagainya) berbeda dari kolesetrol dalam darah (LDL – Low Density Lipoprotein dan HDL – High Density Lipoprotein)

Kolesterol dalam darah (terutama LDL yang sering disebut sebagai kolesterol jahat), adalah indikator risiko penyakit jantung. Kolesterol darah yang tinggi lebih dipengaruhi oleh lemak jenuh, bukan langsung oleh kolesterol makanan.

Selama ini kolesterol makanan dianggap sebagai penyebab utama penyakit jantung dan LDL yang tinggi. Namun, bukti terbaru, seperti yang disampaikan di Heart.org, menunjukkan bahwa hubungan antara kolesterol makanan dan risiko penyakit jantung tidak selalu kuat.

Oleh karena itu, saat ini rekomendasi asupan kolesterol terlah berubah. Jika sebelumnya ada semacam pembatasan asupan kolesterol makanan maksimal 300 mg per hari, kini penekanan pembatasan bukan angka.

Saat ini lebih banyak saran untuk mengasup makanan dengan kolesterol serendah mungkin tanpa harus mengorbankan kecukupan nutrisi. Jadi konsep pola makanan secara keseluruhan menjadi lebih penting.

Makanan dengan kolesterol yang tinggi biasanya juga tinggi lemak jenuh. Misal, daging berlemak, mentega, produk olahan, dan sebagainya.

Baca Juga: Waspada! Sering Minum Kopi Ini Bisa Bikin Kolesterol Naik, Kata Ahli

Bukan Hanya Bahan Makanannya Tapi Juga Cara Memasaknya

Banyak saran yang mengarahkan agar kita sebaiknya mengatur pola makan yang sehat secara menyeluruh. Misal, perbanyak buah dan sayur, gandum utuh, sumber protein sehat, produk susu rendah lemak atau tanpa lemak, dan sebagainya.

Sebagai contoh, telur sering jadi makanan yang dihindari karena dinggap sebagai salah satu sumber kolesterol. Tidak salah, sebab satu telur besar bisa mengandung sekitar 200 mg kolesterol.

Namun telur ini masih termasuk bisa ditoleransi dalam diet yang sehat. tentu saja kontekstual dengan pola makan secara menyeluruh.

Selama ini ada sejumlah bahan makanan khas Indonesia yang dianggap sebagai sumber kolesterol. Selain telur, ada santan, daging ayam, daging sapi, dan sebagainya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Heart.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X