Pejuangkantoran.com – Sudah kita ketahui bersama, bahwa untuk kesehatan tubuh, kita itu sangat membutuhkan serat. Serat (dietary fiber) itu sendiri adalah bagian dari makanan nabati yang tidak dicerna oleh tubuh, tetapi memiliki peran sangat penting bagi kesehatan.
Serat banyak ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan gandum utuh.
Serat itu ada dua macam, yaitu serat larut (soluble fiber) dan serat tidak larut (insoluble fiber). Secara umum, serat larut berfungsi untuk menurunkan kolesterol dan membantu kontrol gula darah, sedangkan serat tidak larut membantu memperlancar buang air besar.
Manfaat Serat
Manfaat utama serat bagi tubuh kita ada beberapa macam.
Pertama, erat akan menjaga kesehatan pencernaan. Serat membantu memperlancar pergerakan usus dan membuat feses lebih lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Oleh karena itu, serat dapat membantu mencegah sembelit (konstipasi), wasir (hemoroid), dan terjadinya divertikulosis (kantong-kantong kecil pada dinding usus besar).
Kedua, serat membantu mengontrol kadar kolesterol. Jenis serat larut (soluble fiber) dapat mengikat kolesterol di saluran cerna sehingga membantu menurunkan kadar kolesterol LDL ("kolesterol jahat"). Sumber serat larut antara lain dari oat, apel, jeruk, kacang-kacangan.
Baca Juga: Sayuran Terbaik untuk Kesehatan Jantung, Menurut Ahli Kardiologi
Ketiga, serat membantu mengontrol gula darah. Serat memperlambat penyerapan gula ke dalam darah sehingga kenaikan gula darah setelah makan tidak terlalu tajam. Hal ini membantu menurunkan risiko Diabetes Tipe 2 sehingga membantu penderita diabetes dalam mengelola kadar gula darahnya.
Keempat, serat membantu menjaga berat badan. Makanan tinggi serat biasanya akan membuat kenyang lebih lama. Akibatnya, mengurangi keinginan ngemil.
Selain itu, serat memiliki kepadatan kalori yang lebih rendah. Oleh karena itu, serat sering direkomendasikan dalam program penurunan berat badan.
Kelima, serat menjaga kesehatan mikrobiota usus. Saat kta mengonsumsi serat, maka sebagian serat menjadi makanan bagi bakteri baik di usus (prebiotik). Bakteri ini menghasilkan senyawa yang:
- Menjaga kesehatan dinding usus.
- Mendukung sistem kekebalan tubuh.
- Berperan dalam metabolisme tubuh.
Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian semakin menunjukkan hubungan kuat antara kesehatan mikrobiota usus dengan kesehatan metabolik, imun, bahkan kesehatan mental.