bugar

Bagi yang Baru Saja Ikutan Jakim dan JogMar, Cek Kuku Kaki Kamu. Kena Runner's Toe Tidak?

Selasa, 23 Juni 2026 | 14:15 WIB
bai yang baru saja ikutan Jakim dan JogMar, coba cek kaki kamu, kena runner's yoe atau tidak? (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Dalam sebagian besar kasus, runner's toe tidak berbahaya. Bahkan banyak pelari berpengalaman menganggap kuku hitam sebagai "lencana kehormatan" karena cukup umum terjadi pada olahraga ketahanan.

Meski begitu, ada baiknya diperiksakan ke dokter ketika terjadi nyeri yang sangat hebat, hampir seluruh bagian kuku menghitam, ada tanda infeksi (kemerahan, bengka, dan bernanah), atau cedera dengan disertai dugaan patah tulang jari kaki.

Cara Mengatasi

Meskipun tidak berbahaya jika tidak disertai tanda-tanda di atas, namun ketika kuku hanya memar dan nyeri ringan, maka lakukan hal berikut ini:

  1. Istirahatkan kaki seperlunya

Kamu tidak harus berhenti total beraktivitas, cukup kurangi lari atau aktivitas yang memperparah nyeri.

  1. Kompres dingin

Tempelkan kompres dingin 15–20 menit. Ulangi beberapa kali sehari selama 24–48 jam pertama setelah cedera.

  1. Tinggikan kaki

Membantu mengurangi pembengkakan dan rasa berdenyut.

  1. Gunakan sepatu yang nyaman

Hindari sepatu yang menekan jari kaki atau bagian kuku yang cedera.

  1. Jaga kebersihan kaki

Cuci dan keringkan kaki secara teratur untuk mencegah infeksi.

Baca Juga: Mengapa BIB Wajib Dipakai dan Pelari Tanpa BIB Dilarang Masuk Lintasan Lomba, Berkaca Viralnya Kejadian di Mandiri Jogja Marathon 2026 

Cara Mencegah

Ada cara mencegah agar tidak terjadi runner’s toe, yaitu:

  1. Pilih sepatu yang cukup panjang

Umumnya ukuran disarankan ada ruang sekitar setebal ibu jari tangan (sekitar 1 cm) antara ujung jari kaki terpanjang dan ujung sepatu.

  1. Perhatikan bentuk toe box

Bagian depan sepatu (toe box) sebaiknya cukup lebar sehingga jari kaki tidak terjepit.

  1. Potong kuku secara teratur

Kuku yang terlalu panjang lebih mudah terbentur bagian dalam sepatu.

Halaman:

Tags

Terkini