Dalam sebagian besar kasus, runner's toe tidak berbahaya. Bahkan banyak pelari berpengalaman menganggap kuku hitam sebagai "lencana kehormatan" karena cukup umum terjadi pada olahraga ketahanan.
Meski begitu, ada baiknya diperiksakan ke dokter ketika terjadi nyeri yang sangat hebat, hampir seluruh bagian kuku menghitam, ada tanda infeksi (kemerahan, bengka, dan bernanah), atau cedera dengan disertai dugaan patah tulang jari kaki.
Cara Mengatasi
Meskipun tidak berbahaya jika tidak disertai tanda-tanda di atas, namun ketika kuku hanya memar dan nyeri ringan, maka lakukan hal berikut ini:
- Istirahatkan kaki seperlunya
Kamu tidak harus berhenti total beraktivitas, cukup kurangi lari atau aktivitas yang memperparah nyeri.
- Kompres dingin
Tempelkan kompres dingin 15–20 menit. Ulangi beberapa kali sehari selama 24–48 jam pertama setelah cedera.
- Tinggikan kaki
Membantu mengurangi pembengkakan dan rasa berdenyut.
- Gunakan sepatu yang nyaman
Hindari sepatu yang menekan jari kaki atau bagian kuku yang cedera.
- Jaga kebersihan kaki
Cuci dan keringkan kaki secara teratur untuk mencegah infeksi.
Cara Mencegah
Ada cara mencegah agar tidak terjadi runner’s toe, yaitu:
- Pilih sepatu yang cukup panjang
Umumnya ukuran disarankan ada ruang sekitar setebal ibu jari tangan (sekitar 1 cm) antara ujung jari kaki terpanjang dan ujung sepatu.
- Perhatikan bentuk toe box
Bagian depan sepatu (toe box) sebaiknya cukup lebar sehingga jari kaki tidak terjepit.
- Potong kuku secara teratur
Kuku yang terlalu panjang lebih mudah terbentur bagian dalam sepatu.