Pejuangkantoran.com – Kita semua sudah tahu bahwa sesi recovery dalam program latihan lari itu sangat penting.
Karena dalam sesi recovery, tubuh kita akan memperbaiki jaringan otot yang mengalami microtears, mengisi kembali cadangan glikogen yang telah terpakai selama latihan, memperkuat tulang-tendon-ligamen, meningkatkan kapasitas paru-paru, menyeimbangkan lagi hormon, dan memperbaiki fungsi saraf.
Itu semua yang dibutuhkan agar kebugaran tubuh kita meningkat.
Recovery bisa lakukan secara pasif, seperti tidur, istirahat di rumah, dan hari tanpa latihan. Selain itu, kita juga bisa melakukan recovery aktif, seperti jogging sangat pelan, kalan kaki, bersepeda santai, atau berenang ringan.
Komponen recovery yang baik ada beberapa macam, yaitu:
- Tidur (yang paling penting)
Jangan menyepelekan tidur. Bahkan Erling Haaland pun menjadikan kegiatan ini sangat penting bagi recovery tubuhnya. Katanya “Sleep is probably the most important thing in the world."
Sebagian besar proses perbaikan jaringan terjadi saat tidur. Karena itu, Kurang tidur dapat menyebabkan performa turun, risiko cedera meningkat, dan waktu pemulihan lebih lama.
Target ideal adalah tidur 7–9 jam per malam. Atlet yang berlatih intensif sering membutuhkan lebih banyak tidur.
- Nutrisi
Setelah latihan, tubuh kita membutuhkan karbohidrat untuk mengisi kembali glikogen dan protein untuk memperbaiki jaringan otot. Idealnya dikonsumsi dalam 30–60 menit setelah latihan, terutama setelah sesi yang berat atau berdurasi panjang.
Baca Juga: Bukan Cuma Air Putih yang Baik untuk Hidrasi Tubuh, Tapi Ini 7 Minuman yang Super Hydrating
- Hidrasi
Kehilangan cairan 2–3% berat badan saja sudah dapat menurunkan performa. Karena itu penting untuk mengganti cairan dan mengganti elektrolit bila banyak berkeringat.
- Peregangan dan Mobilitas
Stretching ringan dan latihan mobilitas membantu mempertahankan rentang gerak sendi dan mengurangi kekakuan otot.
Namun, stretching bukanlah cara utama mempercepat pemulihan, manfaat utamanya lebih pada fleksibilitas dan kenyamanan.