Pejuangkantoran.com – Ada kesalahan yang sering tidak disadari oleh pelari yang dampaknya berbahaya, yaitu merasa haus dulu baru minum saat berlari. Ini prinsip yang salah karena akibatnya fatal.
Seperti kejadian di Boston Marathon tahun 2018. Saat itu kondisi hujan dan angins erta suhu dingin. Ini menyebabkan banyak pelari yang tidak cukup minum karena merasa tidak haus.
Akibatnya, sejumlah pelari kolaps karena kombinasi hipotermia dan dehidrasi.
Hidrasi adalah faktor kunci secara fisiologis yang langsung memengaruhi performa, daya tahan, dan risiko cedera pelari. Bahkan, untuk jarak 5K dan 10K pun dampaknya tetap signifikan.
Hidrasi itu krusial karena saat berlari tubuh kamu akan kehilangan cairan melalui keringat, kehilangan elektrolit (natirum, kalium), dan mengalami peningkatan suhu tubu (core temperature).
Rasa haus itu muncul justru ketika kamu sudah mengalami dehidrasi.
Baca Juga: Bukan Cuma Air Putih yang Baik untuk Hidrasi Tubuh, Tapi Ini 7 Minuman yang Super Hydrating
Fungsi hidrasi adalah:
- menjaga volume darah,
- menjaga transport oksigen ke otot,
- mengontrol suhu tubuh,
- mencegah fatigue dini.
Oleh karena itu ketika seseorang mengalami dehidrasi, tubuh akan terkena dampak yang tidak ringan untuk performa lari kamu (yang sayangnya masih sering diremehkan). Dampak dehidrasi yang diakibatkan oleh penurunan carian tubuh pada peforma lari, yaitu:
- Ketika cairan hilang sekitar 2% dari berat badan, maka performa tubuh pun turun signifikan (antara lain pace menjadi melambat).
- Ketika cairan hilang 3-4%, maka detak jantung akan naik sehingga menyebabkan cepat lelah,
- Ketika lebih dari 5% cairan tubuh hilang, maka berisiko heat exhaustion, pusing, kram, bahkan hingga kolaps.
Ketika dehidrasi terjadi, pengaruh langsung ke performa larimu adalah:
- stride jadi lebih pendek,
- koordinasi otot menurun,
- perceived effort (RPE) naik sehingga terasa lebih berat,
- pace sulit dipertahankan.
Baca Juga: 8 Panduan Praktis Bagi Weekend Runner Agar Tetap Aman dan Sehat Dalam Latihan Lari
Tidak heran ketika lari 10K, banyak pelari yang sudah drop di Km 6-8. Ini bukan karena stamina namun indikasi dehidrasi ringan.
Perlukah Semua Lari Melakukan Hidrasi Saat Berlari?
Pertanyaannya, apakah semua orang butuh hidrasi saat berlari? Ternyata tidak selalu.
Artikel Terkait
Cuaca Masih Panas Nih, Hati-hati Dehidrasi Ya!
Ini Daftar Manfaat Adanya Fitur GPS Built In di Sport Watch atau Smart Watch
Buat Lomba Lari 5K, Konsumsi Makanan dan Minuman Berikut Ini Agar Lombamu Sukses dan Aman
Bagi Yang Semula Mager dan Ingin Jadi 5K Finisher, Program C25K Ini Cocok Buat Kamu!
Ini Ciri-ciri Kalau Kamu Kurang Minum Air, Jangan Tunggu Haus!
Panduan Asupan Nutrisi Pre-Run Berdasarkan Jarak Lari yang Wajib Kamu Ketahui