bugar

Tren Olahraga Low Impact, Mengapa Pilates, Nordic Walking, sampai Reformer Makin Digemari?

Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:50 WIB
Pilates, Nordic Walking, dan reformer menjadi pilihan olahraga low impact yang semakin menarik belakangan ini. Olaahraga tersebut menawarkan latihan yang lebih ramah terhadap persendian, tetap menantang tubuh, sekaligus mendukung kebugaran dan kesehatan secara menyeluruh. (ChatGPT/PejuangKantoran.com)

Reformer Pilates menggunakan alat dengan sistem pegas, tali, dan platform bergerak untuk memberikan resistansi dalam latihan. Meski terlihat elegan dan “Instagrammable”, latihan ini tetap membutuhkan kontrol otot dan konsentrasi.

Daya tarik reformer bagi Gen Z juga terletak pada pengalaman. Kelas dalam studio membuat olahraga terasa seperti aktivitas yang terjadwal dan memiliki komunitas, sehingga motivasi untuk datang kembali bisa lebih besar.

Baca Juga: Ingat! Tidak Semua Tren Fitness dan Kesehatan di Media Sosial Harus Kamu Ikuti. Karena Belum Tentu Aman Lho Buat Kita

Nordic Walking: Jalan Kaki Naik Level

Sementara itu, Nordic walking menawarkan pendekatan berbeda. Aktivitas ini menggunakan tongkat khusus saat berjalan sehingga melibatkan lebih banyak bagian tubuh dibandingkan jalan kaki biasa.

Olahraga ini menarik bagi mereka yang ingin beraktivitas di luar ruangan tanpa harus langsung masuk ke olahraga berintensitas tinggi seperti lari. Selain itu, berjalan di ruang terbuka dapat memberikan pengalaman yang berbeda dari workout di gym atau studio.

Mulai Mengejar Sustainable Fitness

Popularitas olahraga low impact menunjukkan perubahan cara pandang terhadap kebugaran. Targetnya bukan lagi sekadar “harus capek”, tetapi bagaimana olahraga bisa dilakukan secara konsisten dan cocok dengan kehidupan sehari-hari.

Bagi Gen Z, olahraga yang nyaman, fleksibel, memiliki komunitas, dan bisa menjadi bagian dari rutinitas self-care memiliki daya tarik tersendiri.

Pada akhirnya, tidak ada satu jenis olahraga yang paling tepat untuk semua orang. Pilates, reformer, Nordic walking, maupun olahraga lainnya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh, tujuan kebugaran, dan kemampuan masing-masing. Yang terpenting bukan seberapa keras latihannya, melainkan seberapa konsisten seseorang bisa menjadikannya bagian dari gaya hidup sehat.

Baca Juga: Fenomena Gaya Hidup Sehat Masyarakat Indonesia, Kenapa Gen Z dan Milenial Jaman Now Suka Banget Olahraga?

Halaman:

Tags

Terkini