PejuangKantorancom - Selama ini Pilates dikenal sebagai jenis olahraga yang fokus pada fleksibilitas, postur tubuh, dan kekuatan core. Namun penelitian terbaru menunjukkan manfaat Pilates ternyata tidak berhenti di aspek fisik saja. Latihan ini juga disebut dapat membantu menjaga fungsi otak, koordinasi tubuh, hingga ketajaman mental.
Sebuah uji klinis acak yang dipublikasikan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health menemukan bahwa program Pilates selama 12 minggu pada perempuan lanjut usia mampu meningkatkan kemampuan verbal fluency, fungsi eksekutif, kekuatan tubuh bagian bawah, dan fleksibilitas fungsional.
Dalam studi tersebut, peserta mengikuti dua sesi Pilates setiap minggu selama tiga bulan. Para peneliti kemudian mengevaluasi sejumlah indikator mulai dari fungsi kognitif global, kemampuan berpikir dan berbicara, hingga kekuatan dan fleksibilitas tubuh. Hasilnya menunjukkan bahwa Pilates berpotensi memberikan manfaat tidak hanya bagi kebugaran fisik, tetapi juga kesehatan kognitif.
Baca Juga: Foto dan Suara Sandiaga Uno Dicatut untuk Menipu, Kenali Cara Kerja Penipuan Berbasis AI!
Temuan ini semakin memperkuat pandangan bahwa latihan berbasis mind-body connection dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan mental secara bersamaan. Di tengah gaya hidup urban yang semakin cepat dan padat, pendekatan seperti ini dinilai semakin relevan, terutama bagi masyarakat perkotaan yang menghadapi stres tinggi, screen fatigue, dan ritme kerja yang intens.
Kini olahraga tidak lagi semata soal membakar kalori atau membentuk tubuh. Banyak orang mulai mencari jenis latihan yang juga membantu meningkatkan fokus, kontrol tubuh, ketahanan mental, hingga koneksi antara tubuh dan pikiran.
Menurut Dr. Adriana C. Ardy, MD, MPH selaku Founder VAURA Menteng, penelitian tersebut menunjukkan bahwa Pilates tradisional saja sudah dapat memberikan dampak positif signifikan, terutama bagi perempuan lanjut usia. Ia menilai pendekatan athletic Pilates yang lebih dinamis berpotensi memberikan manfaat lebih luas bagi generasi usia produktif saat ini.
Artikel Terkait
Kena Side Stitch atau "Suduken" Saat Lari? Tenang, Tidak Berbahaya Kecuali Jika Ada Sejumlah Hal Berikut Ini!
7 Makanan yang Ternyata Lebih Sehat dari yang Selama Ini Dipikirkan
Daftar Buah dan Sayur dengan Kandungan Pestisida Tertinggi, Stroberi hingga Bayam Masuk Peringkat Atas
Kenapa Nafsu Makan Hilang Saat Sakit? Ini Alasannya
Lari "Melawan Arah" Itu Lebih Aman Bagi Pelari dan Pengguna Jalan Raya Lainnya. Simak Alasannya!
Jangan Remehkan Asupan Nutrisi Setelah Lari, karena Bisa Membuat Peforma Larimu Stagnan!
Bukan Cuma Dark Chocolate, Ini 8 Makanan yang Bisa Bantu Redakan Stres
Kamu Alami Plateau atau Performa Lari Stagnan Meskipun Sudah Rutin Latihan? Begini Penjelasannya!
Nordic Walking: Cara Sederhana yang Bisa Meningkatkan Kesehatan Jantung
Hanya 30 Menit Olahraga per Minggu Bisa Bantu Jaga Jantung, Kata Penelitian Baru