Baca Juga: Sisa Sabun yang Tertinggal di Piring di Restoran Bisa Memicu Berbagai Gangguan Kesehatan
Efek negatif intermittent fasting
Meskipun disebut punya banyak manfaat baik, penurunan berat badan pada metode intermittent fasting bisa dibarengi dengan efek samping yang buruk.
Para ahli memperingatkan bahwa penganut diet ini mudah mengalami binge eating (makan dalam jumlah sangat banyak dan sulit dikontrol). Orang jadi punya obsesi tidak sehat dengan makanan.
Awal tahun ini, para peneliti dari University of Illinois, Chicago, juga sudah memperingatkan bahwa pria (bahkan yang muda dan sehat) yang menjalankan metode diet ini berisiko mengalami kadar testosteron yang lebih rendah dan dorongan seks yang menurun.
Studi pada 2010 oleh Oregon Research Institute mendapati bahwa orang yang berpuasa intermiten meningkatkan risiko binge eating, bahkan mengalami problem kelainan makan seperti bulimia.
Hingga saat ini, belum ditemukan apakah intermittent fasting berdampak buruk dalam jangka panjang. Namun, penelitian University of Tennessee pada bulan Agustus mendapati bahwa melewatkan waktu makan dan pola makan yang tidak normal bisa meningkatkan risiko kematian hingga 30%.
Hanya saja, peneliti tidak bisa menentukan apakah diet itu sendiri yang patut dipersalahkan, atau ada faktor gaya hidup lain yang turut berperan.
Artikel Terkait
Tips La Ode: Seafood Segar dari Timur Indonesia Tak Perlu Diolah dengan Banyak Bumbu
Pada Usia Berapa Kebutuhan Anak Menghabiskan Biaya Paling Tinggi? Orangtua Baru Mesti Siap-siap!
Sisa Sabun yang Tertinggal di Piring di Restoran Bisa Memicu Berbagai Gangguan Kesehatan
Registrasi Wajah Diperlukan Saat Mengaktifkan Kamera Selama Online Test Rekrutmen BUMN
Efek Buruk yang Terjadi Jika Kita Terlalu Sering Meeting