Selain menjengkelkan, konten tidak bermutu ini juga menghabiskan waktu dan tenaga. Harvard Business Review mencatat bahwa karyawan menghabiskan hampir dua jam untuk menyunting ulang konten yang dihasilkan.
Untuk perusahaan dengan 10.000 karyawan, mengingat prevalensi workslop sebesar 41%, potensi kerugian akibat penurunan produktivitas seperti ini bisa mencapai lebih dari 9 juta dollar per tahun.
Baca Juga: Cerita Imam Darto Nekad Membuat Gisella Anastasia Tampil Berhijab di Film 'Modual Nekad'
Temuan ini sejalan dengan laporan MIT yang menyebut bahwa 95% perusahaan yang mengadopsi AI generatif tidak mendapatkan keuntungan secara terukur.
"Penghalang utama untuk menjadi besar bukan soal fasilitas, aturan, atau orang hebat. Masalah sebenarnya adalah seberapa cepat kita mau belajar," tulis laporan tersebut.
Itu sebabnya mereka menyimpulkan, tanpa pembelajaran dan konteks yang tepat, AI justru berisiko menjadi sumber workslop, bukan meningkatkan produktivitas.
Artikel Terkait
Ketika Wawancara Kerja Kamu Diajak Untuk Ngopi Terlebih Dahulu, Kamu Perlu Paham Hal Penting Berikut Ini!
Kapan Waktu yang Pas untuk Minta Kenaikan Gaji, biar Nggak Dikira Kepedean?
Perilaku Kecil Seperti Menyela Pembicaraan Orang Lain Bisa Berdampak Buruk pada Hubungan Kerja Lho!
Mulai Tahun 2026, Main Game Online Tak Bakal Ngelag Lagi Karena 5G-Advanced. Apa Saja Perbedaaanya dengan 5G?
Ini Keju Terbaik di Dunia 2025 Menurut World Cheese Awards
Era Surat Berakhir di Denmark: Layanan Pos Tradisional Dihentikan setelah 400 Tahun
Gaji Tahunan Pangeran William Terungkap: Menghasilkan Sekitar $30 Juta dari Aset Milik Kerajaan