Fenomena Workslop, Konten Sampah dari AI yang Malah Menurunkan Produktivitas Kerja

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 1 Januari 2026 | 17:05 WIB
Ilustrasi: Munculnya workslop dari AI malah menambah beban kerja bagi karyawan yang menerima konten tersebut. (Freepik)
Ilustrasi: Munculnya workslop dari AI malah menambah beban kerja bagi karyawan yang menerima konten tersebut. (Freepik)

Selain menjengkelkan, konten tidak bermutu ini juga menghabiskan waktu dan tenaga. Harvard Business Review mencatat bahwa karyawan menghabiskan hampir dua jam untuk menyunting ulang konten yang dihasilkan.

Untuk perusahaan dengan 10.000 karyawan, mengingat prevalensi workslop sebesar 41%, potensi kerugian akibat penurunan produktivitas seperti ini bisa mencapai lebih dari 9 juta dollar per tahun.

Baca Juga: Cerita Imam Darto Nekad Membuat Gisella Anastasia Tampil Berhijab di Film 'Modual Nekad'

Temuan ini sejalan dengan laporan MIT yang menyebut bahwa 95% perusahaan yang mengadopsi AI generatif tidak mendapatkan keuntungan secara terukur.

"Penghalang utama untuk menjadi besar bukan soal fasilitas, aturan, atau orang hebat. Masalah sebenarnya adalah seberapa cepat kita mau belajar," tulis laporan tersebut.

Itu sebabnya mereka menyimpulkan, tanpa pembelajaran dan konteks yang tepat, AI justru berisiko menjadi sumber workslop, bukan meningkatkan produktivitas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Huffington Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X