PejuangKantoran.com - Banyak orang nggak puas dengan gajinya, tapi enggan minta kenaikan gaji. Atau, ingin minta tapi nggak tahu caranya. Namun, jika dipikirkan dengan tenang, hal ini sebenarnya bagian wajar dari perjalanan karier kita.
Untuk minta kenaikan gaji, pastikan kamu melakukan persiapan dan memilih waktu yang tepat. Menurut penasihat karier Melissa Trager, timing is everything. Kapan dan bagaimana cara kamu mengajukan permintaan bisa sangat memengaruhi hasilnya.
Melissa bilang, momen terbaik untuk minta kenaikan gaji adalah saat pembahasan evaluasi kinerja atau performance review. Pada periode ini, atasan memang sedang fokus menilai kontribusi dan perkembangan karyawan.
Baca Juga: Jangan Terlalu Percaya dengan Info dari ChatGPT saat Negosiasi Gaji, Sering Tak Sesuai Fakta!
Selain itu, sebaiknya permintaan disampaikan dalam one on one meeting yang sudah dijadwalkan, sehingga perhatian atasan tidak terpecah oleh urusan lain.
Jadi, ketika kamu datang ke pertemuan tersebut, siapkan apa yang ingin kamu sampaikan. Siapkan data tentang apa saja yang sudah kamu capai, bagaimana kinerja kamu melampaui ekspektasi, serta tentunya informasi tentang standar gaji di pasar untuk posisi yang sejenis.
Gunakan nada yang sopan dan profesional. Hindari nada menuntut atau mendesak, lebih baik kamu membangun argumen yang masuk akal dan berbasis kontribusi nyata bagi perusahaan.
Kapan waktu terbaik?
Lalu, kapan saja situasi yang tepat untuk mengajukan kenaikan gaji?
Pertama, setelah satu tahun dengan kinerja yang terbukti sangat baik. Umumnya, kenaikan gaji tahunan memang dikaitkan dengan evaluasi kinerja, dengan rata-rata kenaikan sekitar 3–5%.
Baca Juga: Gaji di Singapura Diprediksi Naik Tipis pada 2026, Bonus Mulai Dikurangi
Kedua, ketika peran kamu sudah berkembang. Jika tanggung jawab kamu bertambah signifikan, tetapi gaji tidak berubah, berarti sudah waktunya membicarakan penyesuaian.
Ketiga, saat kondisi perusahaan sedang baik. Perusahaan yang mencatat kinerja keuangan positif biasanya lebih terbuka terhadap diskusi tentang kenaikan gaji.
Keempat, ketika inflasi meningkat. Dalam situasi ini, penyesuaian gaji bisa menjadi cara untuk menjaga daya beli karyawan.
Kalau kamu ragu, apakah wajar mendapatkan kenaikan gaji setelah tahun pertama? Jawabannya, ya. Selama kinerja kamu baik dan sesuai ekspektasi, kenaikan gaji di tahun pertama adalah hal yang normal.
Artikel Terkait
Sayuran Terbaik untuk Kesehatan Jantung, Menurut Ahli Kardiologi
6 Destinasi Wisata Ramah Anak yang Direkomendasikan Kemenpar untuk Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026
UMK Kota Malang 2026 Naik ke Rp3,7 Juta, Serikat Pekerja Soroti Pengawasan Perusahaan
4 Komponen Paket Pesangon yang Perlu Dinegosiasikan, Antara Lain Lump Sum atau Dicicil
Sekarang Pengguna Bisa Mengubah Alamat Gmail yang Sudah Ada dengan Fitur Baru dari Google
Ketika Wawancara Kerja Kamu Diajak Untuk Ngopi Terlebih Dahulu, Kamu Perlu Paham Hal Penting Berikut Ini!
Perilaku Kecil Seperti Menyela Pembicaraan Orang Lain Bisa Berdampak Buruk pada Hubungan Kerja Lho!