Lebih baik kamu pakai teknik time blocking. Tentukan waktu khusus untuk tiga hal saja: mengirim lamaran, menjalin koneksi (networking), dan membuat konten di LinkedIn supaya profilmu lebih terlihat.
Kalau waktunya sudah habis, ya sudah, tutup laptopnya. Keluar saja, atau ngobrol sama keluarga supaya otak segar lagi.
3. Manfaatkan network atau jejaringmu
Melamar lewat situs web memang jauh lebih berat daripada lewat ordal. Kalau kamu memang punya kenalan di perusahaan incaran, jangan ragu untuk tanya-tanya. Lewat jalur ordal nggak selamanya jelek, karena kamu pasti tetap harus menjalani tes dan bersaing dengan yang lain.
Baca Juga: Hanung Bramantyo Terapkan Sistem Kerja yang Ramah Anak di Lokasi Syuting 'Children of Heaven'
Banyak orang yang dapat kerja lebih cepat justru karena rekomendasi dari orang lain. Eliana bilang, "Pada akhirnya, punya referensi akan selalu meningkatkan peluangmu untuk mendapatkan kesempatan secara berlipat ganda."
Mulai sekarang, kurangi kebiasaan scrolling tanpa arah. Fokus saja pada kualitas lamaranmu. Yang lebih penting, jangan sampai rasa cemas membuat kamu melupakan nilai-nilai yang kamu punya. Semangat, ya!
Artikel Terkait
Nggak Apa-apa Banget Nggak Jadi Bos, Karyawan Gen Z Lebih Pilih Punya Banyak Side Hustle
Omar Daniel: Jadi Tulang Punggung Keluarga Itu Berkat yang Tidak Bisa Didapat Semua Orang
Selalu Keteteran Kerja? Pakar Produktivitas Ungkap Kebiasaan Kecil yang Bisa Membantu
Susah Fokus Saat Kerja? Ini 6 Cara agar Tetap Produktif Sepanjang Hari
Kenapa Notifikasi Grup Kantor Bisa Memicu Stres Saat WFH? Ini Penjelasannya
Australia Barat Jadi Destinasi “Work-Life Recharge” Baru untuk Wisatawan Indonesia
5 Poin Penting yang Bisa Mengukur Learning Agility Kamu Yang Bermanfaat Dalam Perubahan yang Serba Cepat