PejuangKantoran.com - Siapa di sini yang rekan kerjanya kalau lagi meeting online lewat Zoom atau Teams cuma diam aja? Kameranya selalu menyala, namanya juga ada di daftar, tapi mikrofonnya konsisten mute terus?
Begitu namanya dipanggil-panggil, baru deh dia akhirnya memberikan masukan yang sangat berbobot dan tepat sasaran. Itupun biasanya sempat terdiam dulu beberapa detik, bikin yang lain mikir sebenarnya dia ngikutin jalannya meeting apa enggak.
Di dunia kerja, orang-orang seperti ini sering dinilai negatif. Dicap kurang aktif, tidak menyimak rapat, atau nggak pernah punya persiapan. Tapi, para ilmuwan kognitif yang meneliti pola kerja remote justru menemukan fakta yang sebaliknya.
Baca Juga: Job Scams Semakin Marak dan Sulit Dideteksi, Ini Ciri-ciri yang Bikin Gen Z Mudah Jadi Korban
Diamnya mereka itu bukan karena tidak peduli, melainkan cara mereka mengelola beban pikiran dan tekanan dari orang lain saat harus bicara langsung di depan kamera.
Belum siap ngomong
Di ruang rapat, kalau kita sedang memikirkan sesuatu, kita bisa menunduk untuk melihat catatan atau memegang pulpen. Suara-suara yang terdengar di ruangan, entah itu kursi yang digeser, cangkir kopi yang diletakkan, atau ketikan di keyboard laptop, bisa mengalihkan perhatian dari kamu yang sedang dalam proses berpikir.
Nah, kalau rapat online, pilihannya cuma dua: mikrofonmu menyala atau mati. Begitu tombol unmute ditekan, suara yang keluar dari mulut kamu akan langsung terdengar jelas ke telinga semua orang.
Tarikan napas, suaramu yang serak, sampai kalimat yang terbata-bata karena belum siap ngomong, juga tertangkap dengan jelas. Bagi sebagian orang, ini bukan masalah karena mereka terbiasa berpikir sambil berbicara langsung.
Tapi buat yang lain (mungkin termasuk kamu), proses berpikir dan berbicara itu sifatnya berurutan, bukan berbarengan. Ide di kepala harus matang dulu, baru bisa ngomong. Sayangnya, meeting online sering tidak memberi waktu untuk berlama-lama mikir.
Baca Juga: Aston Villa Gelar Pertandingan Persahabatan Lawan Tim Indonesia All-Stars. Cek Harga Tiketnya!
Kadang yang terjadi saat topik dilempar di tengah rapat, otak kita masih merespons samar-samar. Kalau merespons tulisan atau pesan teks, kita bisa mengetik dulu, menghapusnya lagi, lalu mengirimkannya setelah kalimatnya dirasa pas.
Tapi saat kerja remote dan harus rapat online, jeda waktu sebelum topik obrolan berpindah itu sebentar banget, mungkin cuma sekitar empat detik.
Akhirnya kita terpaksa langsung menyalakan mic dan berbicara sekeluarnya saja karena belum siap ngomong. Kita bisa saja tetap diam sambil mencerna apa yang mau disampaikan. Risikonya, topik obrolan keburu berganti.
Kalau kita memaksakan diri berbicara saat pikiran belum matang, jeda setengah detik antara munculnya ide dan saat kita menyusun kalimat, tiba-tiba didengar oleh semua orang. Di sinilah, orang lain menilai kita tidak mengikuti jalannya rapat.
Artikel Terkait
Buat Gen Z Jabatan Tinggi Bukan Tujuan Hidup, Mereka Pilih Quiet Ambition
HUT Jakarta ke-499, Transportasi Umum dan Sejumlah Tempat Wisata Gratis pada 27–28 Juni 2026
Kriteria Masyarakat Berpenghasilan Rendah Diperluas, Gaji hingga Rp12 Juta Kini Termasuk MBR
Aturan Baru di Piala Dunia FIFA 2026 Bisa Jadi Tim atau Pemain Jagoan Kalian Jadi Korbannya
Rekor Gol Piala Dunia FIFA 2026. Messi Memang GOAT Sejati!
Bagi yang Baru Saja Ikutan Jakim dan JogMar, Cek Kuku Kaki Kamu. Kena Runner's Toe Tidak?
Penasaran Sama Hyrox? Pengen Ikut dan Mencoba Hyrox Training? Ini Panduannya