PejuangKantoran.com - Mencari pekerjaan sekarang ini luar biasa rempongnya. Sudahlah persaingannya ketat, sekarang kita juga harus berhadapan dengan maraknya job scam atau penipuan lowongan kerja.
Banyak yang bilang kalau mereka sering dibombardir pesan dari para penipu yang mencoba mencuri data pribadi. Celakanya, teknologi yang dipakai para penipu ini makin hari makin canggih, bikin lowongan kerja palsu jadi meyakinkan banget.
Menurut studi dari Better Business Bureau (BBB), laporan penipuan lowongan kerja melonjak dua kali lipat pada tahun 2025 dibanding tahun sebelumnya. Kelompok yang paling apes di sini adalah Gen Z yang baru mau merintis karier.
Baca Juga: Aston Villa Gelar Pertandingan Persahabatan Lawan Tim Indonesia All-Stars. Cek Harga Tiketnya!
Sekitar 32% dari anak-anak Gen Z mengaku pernah jadi korban penipuan lowongan kerja, jauh lebih tinggi dibanding Gen X yang cuma 15%.
Ada beberapa penyebab mengapa para pencari kerja sangat mudah dijebak.
"Gampang saja kalau cuma bilang 'jangan buka lampiran' atau 'email itu bahaya'. Tapi kalau buat seseorang email tersebut satu-satunya kesempatan untuk mendapat pekerjaan, tingkat risikonya jadi berbeda.
"Pencari kerja yang sedang menganggur berada dalam posisi yang sangat rentan dan mudah dimanipulasi," jelas Josephine Wolff, profesor kebijakan keamanan siber dari Tufts University.
Dulu, penipuan kerja gampang dikenali karena biasanya penuh dengan salah ketik (typo) dan bahasanya kaku. Sekarang, ciri-ciri seperti itu sudah bisa diatasi dengan adanya AI.
Baca Juga: Walikota Jepang Jadi Gunjingan setelah Mengambil Cuti Melahirkan, Mengapa Jadi Kontroversi?
"Sebelum ada AI, penipuan ini butuh banyak tenaga kerja, makanya hasilnya seragam, banyak salah ketik, dan lebih mudah dideteksi.
"Sekarang, semua orang bisa membuat lowongan kerja palsu yang sangat efektif, bahkan terasa personal, dalam waktu singkat dan menyebarkannya secara massal," kata Pardis Emami-Naeini, profesor ilmu komputer di Duke University.
Ciri-ciri job scam
Agar kita tidak terjebak dalam pusaran penipuan lowongan kerja ini, ada beberapa poin penting dan tanda bahaya (red flags) yang wajib kita pahami saat mencari pekerjaan:
Artikel Terkait
Ini Alasan Mengapa 4.000 Karyawan Pabrik Nike di Kabupaten Bandung Dirumahkan Sejak 15 Juni 2026
Buat Gen Z Jabatan Tinggi Bukan Tujuan Hidup, Mereka Pilih Quiet Ambition
Berapa Banyak Protein yang Sebenarnya Dibutuhkan Tubuh Setiap Hari?
HUT Jakarta ke-499, Transportasi Umum dan Sejumlah Tempat Wisata Gratis pada 27–28 Juni 2026
Kriteria Masyarakat Berpenghasilan Rendah Diperluas, Gaji hingga Rp12 Juta Kini Termasuk MBR
Aturan Baru di Piala Dunia FIFA 2026 Bisa Jadi Tim atau Pemain Jagoan Kalian Jadi Korbannya
Rekor Gol Piala Dunia FIFA 2026. Messi Memang GOAT Sejati!