- memang kinerjanya luar biasa,
- atau ada kecenderungan menyaring informasi yang tidak menyenangkan.
- Meningkatnya ketidaksesuaian antara cerita dan fakta
Perhatikan apakah sering muncul perubahan versi cerita, alasan yang berubah-ubah, dokumen yang tidak cocok dengan kenyataan lapangan, atau laporan yang berbeda antarbagian.
Semakin sering terjadi inkonsistensi, semakin besar kemungkinan ada informasi yang dimanipulasi.
- Tidak ada yang berani menyampaikan kabar buruk
Ini merupakan indikator budaya yang sangat kuat. Jika dalam rapat:
- semua laporan selalu positif,
- tidak ada kritik,
- tidak ada masalah yang diangkat,
padahal kenyataannya organisasi menghadapi tantangan.
Maka kemungkinan besar orang mulai belajar bahwa menyampaikan fakta yang tidak menyenangkan lebih berisiko daripada menyembunyikannya.
Baca Juga: 6 Mitos Bahasa Tubuh yang Sering Disalahpahami, Menghindari Kontak Mata Pasti Tanda Berbohong?
- Pelanggaran kecil berulang tanpa konsekuensi
Yang perlu diperhatikan bukan hanya pelanggarannya, tetapi respons organisasi. Misalnya:
- manipulasi data kecil dibiarkan,
- laporan terlambat dianggap biasa,
- konflik kepentingan kecil diabaikan.
Ketika tidak ada konsekuensi, pesan yang diterima anggota organisasi adalah "Perilaku ini dapat diterima." Di sinilah slippery slope biasanya mulai bergerak semakin cepat.
- Muncul budaya "asal pimpinan senang"
Dalam budaya ini:
- fakta disesuaikan dengan harapan pimpinan,
- informasi negatif disaring,
- laporan dibuat agar terlihat baik.
Akibatnya pimpinan menerima gambaran yang tidak akurat tentang kondisi sebenarnya.
***
Artikel Terkait
Menurut Survei, Manajer Perekrutan Suka Berbohong. Ini Cara untuk Mengetesnya!
Ketahuan Berbohong Saat WFH, Pegawai Asuransi Ini Dipecat Usai Laptopnya Dilacak Bos
4 dari 10 Orang Mendapatkan Pekerjaan dengan Tidak Jujur, Apa yang Harus Dilakukan Perusahaan?
Bagaimana Cara Menilai Orang Bohong atau Jujur? Lihat Saja Fokus dan Relevansi Ceritanya!
Ingin Jadi Pemimpin yang Disukai? Tak Perlu Gaya-Gayaan, yang Penting Hadir dan Jujur!
Menkeu Purbaya Resmi Masukkan Dana Sitaan Korupsi Ekspor Minyak Sawit Rp13,2 Triliun ke LPDP