PejuangKantoran.com - Ada alasan mengapa wawancara kerja selalu jadi momen yang menegangkan. Soalnya, interviewer itu ada aja gebrakannya. Suka melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang kelihatannya simpel tapi sebenarnya menjebak.
Salah satunya adalah pertanyaan, "Apakah kamu bisa bekerja sama dengan orang lain?" Lebih tepatnya, bagaimana cara kita bekerja sama dengan orang lain.
Pertanyaan ini bisa terasa gampang-gampang susah karena setiap posisi punya kebutuhan yang berbeda. Ada pekerjaan yang menuntut kemampuan komunikasi tingkat tinggi, tapi ada juga yang tidak terlalu membutuhkan hal itu.
Baca Juga: Beasiswa Franklin University Switzerland 2026 di Swiss Tersedia untuk Mahasiswa Jenjang S1
Lalu, bagaimana cara menjawab pertanyaan itu dengan pas tanpa terdengar klise, sekaligus meyakinkan HRD bahwa kita adalah kandidat yang cocok?
Apa yang ingin diketahui oleh pewawancara?
Kebanyakan kandidat biasanya akan langsung menjawab dengan kalimat standar seperti, "Saya senang bekerja dalam tim." Masalahnya, jawaban ini terlalu biasa dan semua orang bisa mengatakan hal yang sama.
Pewawancara sebenarnya ingin kamu memberi jawaban yang lebih personal. Mereka ingin tahu keahlian antarpribadi (interpersonal skills) apa saja yang kamu punya untuk mendapatkan posisi yang dilamar.
Hampir semua pekerjaan butuh interaksi dengan orang lain, dari berkomunikasi, berkolaborasi, hingga menyelesaikan konflik secara efektif. Kemampuan-kemampuan inilah yang memastikan kamu bisa melewati tantangan harian di kantor bersama rekan kerja.
Melalui pertanyaan ini, perusahaan ingin melihat bukti nyata dari pengalamanmu di lingkungan kerja yang berbasis tim. Jadi, kalau kamu mau bilang bahwa kamu punya komunikasi yang baik, mereka ingin tahu konteks spesifiknya seperti apa.
Baca Juga: Penulis CV Profesional Peringatkan Pencari Kerja untuk Tidak Pakai AI untuk Menulis Lamaran Kerja
Cara menyusun jawaban yang menjual
Supaya pertanyaan "Apakah kamu bisa bekerja sama dengan orang lain" bisa kamu jawab dengan pas tanpa kesan mengada-ada saat wawancara kerja, ada beberapa cara yang bisa kamu terapkan:
• Tunjukkan interpersonal skills yang spesifik. Jangan cuma bilang kamu ramah atau supel. Deskripsikan karakter atau kebiasaan kerjamu yang bikin kamu bisa jadi sosok rekan kerja yang menyenangkan dan solutif.
• Berikan contoh nyata. Ini poin yang paling penting. Ceritakan pengalaman rill di masa lalu ketika kamu berinteraksi dengan rekan kerja untuk menyelesaikan sebuah proyek atau menghadapi masalah bersama. Contoh konkret jauh lebih dipercaya daripada sekadar klaim sepihak.
Artikel Terkait
Green Flag vs. Red Flag Bibit, Bebet, Bobot ala Gen Z
Andien Gaet 9 Produser Musik untuk Garap 13 Lagu dalam Albumnya yang Ke-9, Sehidup Semusik
Bali Nggak Lagi Jadi Pulau Terindah di Kawasan Asia Pasifik, Pulau Apa yang Jadi Penggantinya?
Michelin Buka Lowongan Kerja English Training Officer untuk Penempatan di Cikarang, Bekasi
Apa yang Terjadi Jika Makan Tomat Setiap Hari? Ini Penjelasan Ahli Gizi
YBB Buka Lowongan Magang 2026, Kesempatan Bergabung dalam Organisasi Kepemudaan Internasional
Kapan Video Assistant Referee (VAR) Pertama Kali Digunakan di Piala Dunia?