Ownership Itu Bisa Menjadikan Proyek Selesai dengan Baik. Hindari Salah Paham yang Umum Terjadi, Ya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:05 WIB
Seorang dengan ownership bisa berkolaborasi dengan baik dengan anggota tim dengan task berbeda demi outcome yang diharapkan. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Seorang dengan ownership bisa berkolaborasi dengan baik dengan anggota tim dengan task berbeda demi outcome yang diharapkan. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Salah satu bagian penting dari perilaku self driven adalah ownership. Dalam konteks ini, ownership adalah merasa bertanggung jawab terhadap tercapainya hasil, bukan sekadar menyelesaikan tugas yang diberikan.

Seseorang yang mempunyai ownership bukan berarti seorang super yang mengerjakan semuanya sendiri. Ada hal yang lebih penting yaitu dia bertanggung jawab untuk memastikan masalah atau pekerjaannya benar-benar selesai.

Misal, saat seorang karyawan diberi tugas untuk membuat sebuah laporan, maka orang yang task-oriented akan berpikir: “Saya sudah membuat laporan dan mengirimkannya. Selesai.”

Namun, seseorang yang punya ownership akan berpikir: “Saya perlu memastikan laporan ini benar, datanya lengkap, dan bisa digunakan untuk mengambil keputusan. Kalau menemukan data yang janggal, saya cari tahu penyebabnya.”

Artinya, seseorang dengan ownership bukan sekadar menyelesaikan tugas yang diberikan kepadaynya, namun ia merasa bertanggung jawab terhadap outcome dari tugas tersebut.

Baca Juga: Orang yang Self-Driven Dibutuhkan Saat Ini Terutama Untuk Pekerjaan Tertentu Seperti Berikut Ini!

Dan yang harus digaris bawahi lagi adalah, ownership itu bukan berati mengerjakan semua sendiri. Namun justru ia haris tahun kapan untuk:

  • meminta bantuan;
  • melibatkan orang lain;
  • melakukan eskalasi;
  • mendelegasikan;
  • meminta keputusan atasan;
  • atau mengakui bahwa sesuatu berada di luar kewenangannya.

Contohnya, seseorang mendapatkan tugas untuk membuat perencanaan konten sebuah web site sesuai dengan tujuan dan konsep web site tersebut. Supaya hal tersebut tercapai, ia perlu berkoordinasi dengan tim IT yang bisa menerjemahkan kebutuhan teknis konten tersebut.

Ia tidak mengerjakan bagian teknisnya sendiri, namun memastikan bahwa proyek tersebut selesai seusia target dengan berkoordinasi, menjelaskan kebutuhan konten agar bisa memenuhi tujuan dan konsep dibuatnya web site tersebut.

Jika dia seorang yang task oriented, ia hanya akan mengerjakan tugasnya membuat content plan. Selesai!

Baca Juga: 8 Langkah Untuk Meningkatkan Self-Driven Untuk Diri Sendiri Karena Karakter Ini Bukan Bawaan Bayi!

Namun seorang dengan ownership, ia paham benar bahwa apa yang menjadi tugas dia bisa terdeliver dengan baik kepada audiens jika bisa menyelaraskan content plan-nya dengan teknikal.

Ownership itu membuat seseorang merasa bertanggung jawab terhadap hasil akhir proyek secara keseluruhan.

Meskipun begitu, kerap terjadi salah paham terkait dengan ownership ini. Ada sejumlah prinsip dari ownership yang bisa menghindari salah paham yang umum terjadi, yaitu:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X