- Berikan umpan balik yang spesifik, bukan hanya pujian
Umpan balik seperti ini membantu mereka memahami perilaku mana yang perlu dipertahankan dan dikembangkan. Misal, daripada dipuji dengan "Kerjamu bagus." lebih efektif mengatakan: "Cara kamu mengidentifikasi akar masalah sebelum mengambil keputusan membuat penyelesaian proyek menjadi lebih cepat."
- Libatkan dalam pengambilan keputusan
Orang dengan self-efficacy tinggi sering memiliki keberanian menyampaikan pendapat. Libatkan mereka dalam rapat strategi, evaluasi proses kerja, penyusunan target, atau diskusi inovasi.
Selain menghasilkan ide yang lebih baik, hal ini meningkatkan komitmen terhadap keputusan yang diambil.
- Berikan kesempatan belajar yang lebih tinggi
Self-efficacy tinggi biasanya disertai keinginan untuk terus berkembang. Berikan pelatihan lanjutan, sertifikasi profesional, kesempatan menjadi pembicara, proyek internasional, atau rotasi jabatan.
Dengan demikian mereka terus memperoleh pengalaman baru yang memperkuat kompetensinya.
- Waspadai overconfidence
Self-efficacy berbeda dari kesombongan, tetapi jika tidak diimbangi refleksi diri, keyakinan yang tinggi bisa berubah menjadi overconfidence. Tanda-tandanya: merasa tidak membutuhkan masukan, terlalu cepat mengambil keputusan, meremehkan risiko, dan mengabaikan prosedur.
Imbangi dengan diskusi kritis, evaluasi berbasis data, dan budaya saling memberi masukan.
Baca Juga: 9 Faktor Penting yang Bisa Membuat Work Engagement Karyawan Meningkat yang Wajib Diketahui Manajer
- Jangan selalu memberi pekerjaan kepada orang yang sama
Ini adalah kesalahan yang cukup sering terjadi. Karena dianggap "pasti bisa", seorang karyawan akhirnya menerima proyek tersulit, pekerjaan tambahan, tugas mendadak, peran sebagai mentor.
Akibatnya beban kerja meningkat, stres bertambah, motivasi menurun, dan burnout.
Bagilah beban kerja secara adil.
- Persiapkan sebagai calon pemimpin
Self-efficacy tinggi merupakan modal penting bagi calon pemimpin, meskipun belum tentu cukup. Pemimpin juga perlu melihat integritas, kemampuan berkolaborasi, kecerdasan emosional, kemampuan membangun orang lain.
Jika aspek-aspek tersebut juga baik, berikan pengalaman kepemimpinan secara bertahap.
- Berikan pengakuan yang bermakna
Pengakuan tidak selalu berupa bonus. Orang dengan self-efficacy yang tinggi bisa merasa sangat diapresiasi jika diberi kesempatan mempresentasikan hasil kepada manajemen, kepercayaan memimpin proyek penting, penghargaan atas kontribusi inovasi, atau kesempatan mengikuti konferensi atau pelatihan. Pengakuan seperti ini memperkuat motivasi intrinsik.
Nah, jika kamu sebagai pimpinan/manajer sudah menemukan sosok anttota tim dengan self-efficacy tinggi, lakukan hal-hal di atas. ***
Artikel Terkait
5 Langkah bagi Manajer Dalam Mengenal Kepribadian Anggota Tim Supaya Tim Menjadi Produktif
Jangan Sepelekan Micro Behaviour, Pahami Perilaku Ini Karena Bisa Berdampak Besar dalam Organisasi
5 Kualitas Manajer yang Bisa Menjadi Pemicu Turnover Karyawan yang Tinggi
Dalam Dunia Profesional, Sponsor Karier Itu Perlu Jika Ingin Kariermu Berkembang
Ternyata Ini Kebiasaan Karyawan yang Gampang Banget Naik Jabatan, Salah Satunya Berani Ambil Risiko!
8 Strategi yang Harus Dilakukan Oleh Pimpinan Untuk Mendorong Meningkatnya Work Engagement Tim