10 Langkah yang Harus Dilakukan Seorang Manajer Ketika Menemukan Anggota Tim Dengan Self-Efficacy Tinggi

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 13 Juli 2026 | 09:54 WIB
ketika menemukan anggota tim dengan self-efficacy yang tinggi, seorang manajer harus meperlakukannya dengan tepat agar menjadi aset penting perusahaan/organisasi. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
ketika menemukan anggota tim dengan self-efficacy yang tinggi, seorang manajer harus meperlakukannya dengan tepat agar menjadi aset penting perusahaan/organisasi. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
  1. Berikan umpan balik yang spesifik, bukan hanya pujian

Umpan balik seperti ini membantu mereka memahami perilaku mana yang perlu dipertahankan dan dikembangkan. Misal, daripada dipuji dengan "Kerjamu bagus." lebih efektif mengatakan: "Cara kamu mengidentifikasi akar masalah sebelum mengambil keputusan membuat penyelesaian proyek menjadi lebih cepat."

  1. Libatkan dalam pengambilan keputusan

Orang dengan self-efficacy tinggi sering memiliki keberanian menyampaikan pendapat. Libatkan mereka dalam rapat strategi, evaluasi proses kerja, penyusunan target, atau diskusi inovasi.

Selain menghasilkan ide yang lebih baik, hal ini meningkatkan komitmen terhadap keputusan yang diambil.

  1. Berikan kesempatan belajar yang lebih tinggi

Self-efficacy tinggi biasanya disertai keinginan untuk terus berkembang. Berikan pelatihan lanjutan, sertifikasi profesional, kesempatan menjadi pembicara, proyek internasional, atau rotasi jabatan.

Dengan demikian mereka terus memperoleh pengalaman baru yang memperkuat kompetensinya.

  1. Waspadai overconfidence

Self-efficacy berbeda dari kesombongan, tetapi jika tidak diimbangi refleksi diri, keyakinan yang tinggi bisa berubah menjadi overconfidence. Tanda-tandanya: merasa tidak membutuhkan masukan, terlalu cepat mengambil keputusan, meremehkan risiko, dan mengabaikan prosedur.

Imbangi dengan diskusi kritis, evaluasi berbasis data, dan budaya saling memberi masukan.

Baca Juga: 9 Faktor Penting yang Bisa Membuat Work Engagement Karyawan Meningkat yang Wajib Diketahui Manajer

  1. Jangan selalu memberi pekerjaan kepada orang yang sama

Ini adalah kesalahan yang cukup sering terjadi. Karena dianggap "pasti bisa", seorang karyawan akhirnya menerima proyek tersulit, pekerjaan tambahan, tugas mendadak, peran sebagai mentor.

Akibatnya beban kerja meningkat, stres bertambah, motivasi menurun, dan burnout.

Bagilah beban kerja secara adil.

  1. Persiapkan sebagai calon pemimpin

Self-efficacy tinggi merupakan modal penting bagi calon pemimpin, meskipun belum tentu cukup. Pemimpin juga perlu melihat integritas, kemampuan berkolaborasi, kecerdasan emosional, kemampuan membangun orang lain.

Jika aspek-aspek tersebut juga baik, berikan pengalaman kepemimpinan secara bertahap.

  1. Berikan pengakuan yang bermakna

Pengakuan tidak selalu berupa bonus. Orang dengan self-efficacy yang tinggi bisa merasa sangat diapresiasi jika diberi kesempatan mempresentasikan hasil kepada manajemen, kepercayaan memimpin proyek penting, penghargaan atas kontribusi inovasi, atau kesempatan mengikuti konferensi atau pelatihan. Pengakuan seperti ini memperkuat motivasi intrinsik.

Nah, jika kamu sebagai pimpinan/manajer sudah menemukan sosok anttota tim dengan self-efficacy tinggi, lakukan hal-hal di atas. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X