Pejuangkantoran.com – Kesal tidak, setiap kamu WA rekan kerja atau teman hang out, sudah nulis panjang-panjang tapi Cuma dibalas “OK”, “Siap!”, atau stiker jempol. Padahal maksud kamu nulis panjang itu supaya mendapat tanggapan yang kurang lebih sama.
Atau di lain waktu, ketika sedang Zoom meeting, ada kamera peserta rapat yang dimatikan terus-terusan sejak awal meeting, dan selalu terjadi seperti itu.
Kemungkinan besar, rekan kerjamu itu tidak bermaksud negatif. Ketika menjawa pendek, bisa jadi ia setuju dengan pendapatmu dan bukan tipe orang yang senang nulis pesan panjang-panjang.
Atau ketika rapat online, ia berusaha untuk memaksimalkan bandwidth dengan mematikan kamera yang memakan bandwidth besar.
Ini semua sebenarnya micro behaviour yang sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari, termasuk kehidupan di kantor.
Micro behaviour adalah perilaku-perilaku kecil, sering kali otomatis dan tidak disadari, yang dilakukan seseorang dalam interaksi sehari-hari.
Baca Juga: Perilaku Kecil Seperti Menyela Pembicaraan Orang Lain Bisa Berdampak Buruk pada Hubungan Kerja Lho!
Memang tampak sepele dan berlangsung singkat, namun sebenarnya micro behaviour dapat memberi sinyal kuat tentang sikap, niat, emosi, nilai, serta budaya seseorang atau sebuah organisasi.
Micro behaviour ini jelas beda dari macro behaviour. Micro behaviour cenderung pada tindakan kecil, implisit, dan berulang yang bisa mendukung atau sebaliknya, melemahkan macro behaviour.
Sementara macro behaviour adalah tindakan besar, eksplisit, dan disengaja (direncanakan), seperti kebijakan resmi, keputusan strategis, dan sebagainya.
Ada sejumlah karakteristik micro behaviour yang perlu kamu tahu supaya kamu bisa memahaminya, yaitu:
- Skalanya kecil dan singkat. Terjadi dalam hitungan detik atau menit. Ini bisa terlihat ketika seseorang menanggapi pesan, nada suara, atau gerak tubuh yang halus.
Misal: suara berbisik saat rapat, mengangkat alis, menjawab pesan secara singkat.
- Pelaku tidak menyadarinya. Ini tidak direncanakan oleh pelaku, lebih pada kebiasaan atau refleks sosial.
Misal: mendengus atau menarik nafas panjang.
Artikel Terkait
Membangun Relasi Dengan Orang Baru Bisa Menjadi Sukses Kamu. Ikuti Tipsnya Berikut Ini!
7 Tanda Perilaku Pasif-Agresif yang Sering Tak Disadari di Tempat Kerja, Bagaimana Cara Menghadapinya?
Jangan Biarkan Perilaku Manipulatif di Tempat Kerja Karena Dampaknya Merusak. Berikut Ciri-cirinya!
"Menghakimi" Rekan Kerja alias Cancel Culture, Bisa Diarahkan Menjadi Perilaku Positif dengan 6 Cara Konkret Ini
Begini Kepribadian Orang yang Lebih Nyaman dengan Komunikasi secara Tertulis daripada Lisan