Diminta Perusahaan Ikut Brainstorming? Siapkan 10 Hal Berikut Ini Agar Punya Kontribusi yang Berarti!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 14 Juli 2026 | 17:27 WIB
Saat mendapatkan peluang untuk ikut braistorming memikirkan perusahaan, persiapkan dirimu dengan baik agar punya kontribusi yang berarti. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Saat mendapatkan peluang untuk ikut braistorming memikirkan perusahaan, persiapkan dirimu dengan baik agar punya kontribusi yang berarti. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
  1. Melakukan "individual brainstorming"

Sebelum bertemu kelompok, luangkan waktu sekitar 10–20 menit untuk menuliskan ide sendiri.

Misalnya, tuliskan 10 ide pertama yang muncul, tidak perlu dinilai terlebih dahulu yang penting kamu catat semuanya.

Cara ini membantu menghindari production blocking (kehilangan ide karena menunggu giliran berbicara) dan meningkatkan jumlah ide yang dibawa ke diskusi.

  1. Datang dengan pikiran terbuka

Peserta perlu siap untuk:

  • menerima ide yang berbeda,
  • tidak langsung menolak usulan orang lain,
  • tidak merasa idenya harus selalu dipilih,
  • bersedia mengembangkan ide orang lain.

Tujuan brainstorming adalah menemukan solusi terbaik, bukan membuktikan siapa yang paling benar.

Baca Juga: Siapa Saja yang Suka Mencuri Ide Orang Lain di Tempat Kerja, dan Apa Sih Penyebabnya?

  1. Berani menyampaikan pendapat

Sering kali ide yang awalnya terdengar sederhana justru menjadi pemicu lahirnya solusi yang lebih baik. Yang harus dihindari adalah takut dianggap salah, takut dikritik, menunggu orang lain berbicara lebih dulu.

  1. Menyiapkan pola pikir kolaboratif

Brainstorming tidak melulu soal memberikan ide terbaik, namun lebih pada bagaimana membantu tim menghasilkan solusi terbaik. Dengan pola pikir ini membuat peserta lebih mudah membangun ide bersama.

  1. Istirahat yang cukup

Kemampuan berpikir kreatif dipengaruhi oleh kondisi fisik. Istirahat ya g cukup, sebab kurang tidur dapat menurunkan perhatian, memori kerja, fleksibilitas berpikir, dan kemampuan menghasilkan ide baru.

Karena itu, jika memungkinkan, hindari mengikuti sesi brainstorming dalam kondisi sangat lelah.

  1. Menyiapkan alat bantu

Mencatat ide secara cepat mengurangi risiko ide terlupakan. Oleh karena itu, siapkan buku catatan, pena, laptop atau tablet, aplikasi pencatat, sticky notes (jika digunakan dalam sesi).

Baca Juga: 4 Skill Kerja 2026, Saatnya Kolaborasi Manusia dan Teknologi

  1. Mengenali bias pribadi

Secara umum, orang punya kecenderungan menganggap bahwa cara lama pasti paling baik, atau ide baru tidak mungkin berhasil, hingga  merasa sudah pernah mencoba.

Sebelum brainstorming, sadari bahwa asumsi seperti ini bisa membatasi kreativitas. Bersikap terbuka terhadap kemungkinan baru akan memperkaya diskusi.

  1. Siapkan pertanyaan, bukan hanya jawaban

Peserta yang baik tidak hanya membawa ide, tetapi juga pertanyaan yang dapat memicu pemikiran baru, misalnya:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X