- Berpikir analitis
Pemikir analitis adalah pemikir kritis, begitu juga sebaliknya. Kemampuan menganalisis informasi adalah kunci ketika melihat hampir semua hal.
Menganalisis informasi berarti memecah informasi menjadi bagian-bagian komponennya dan mengevaluasi seberapa baik bagian-bagian tersebut berfungsi secara bersama-sama dan terpisah.
- Menentukan relevansi
Salah satu bagian tersulit dalam berpikir kritis adalah mencari tahu informasi apa yang paling relevan, bermakna, dan penting untuk pertimbangan.
Dalam banyak kasus, kamu akan diberikan informasi yang mungkin tampak berharga, tetapi mungkin hanya berupa data kecil yang perlu dipertimbangkan.
- Memiliki kasih sayang dan empati
Ini mungkin tampak negatif bagi para pemikir kritis karena dapat merusak persepsi terhadap suatu situasi. Namun, inti dari welas asih adalah memiliki kepedulian terhadap orang lain dan menghargai kesejahteraan orang lain.
Tanpa kasih sayang dan empati, kamu akan memandang semua informasi dan situasi dari sudut pandang fakta dan data ilmiah yang dingin dan tidak berperasaan. Padahal, untuk menjadi pemikir kritis yang baik, kamu harus selalu memperhatikan unsur kemanusiaan.
Baca Juga: Ini 4 Bahasa Tubuh Orang yang Tak Bisa Dipercaya, Menurut Penelitian
- Mengakui kerendahan Hati
Artinya kamu bersedia untuk mengakui kekurangan seseorang dan melihat sifat-sifat positifnya secara akurat. Jika memiliki kerendahan hati, kamu menyadari kekurangan dan kekuatan diri.
Ini merupakan elemen penting dalam berpikir kritis karena berarti kamu bersedia untuk memperluas dan membuka pikiran.
- Bersedia menantang status quo
Berpikir kritis berarti mempertanyakan cara lama ada dan menolak untuk mengikuti metode tradisional hanya karena itulah yang selalu dilakukan.
Pemikir kritis mencari jawaban dan metode yang cerdas dan bijaksana dengan mempertimbangkan semua informasi dan praktik terkini yang relevan.
Sikap menantang status quo ini mungkin tampak kontroversial, tetapi ini merupakan bagian penting dari pikiran kreatif dan inovatif seorang pemikir kritis.
- Pendengar yang aktif
Pemikir kritis tidak hanya ingin menyampaikan pendapatnya kepada orang lain; tetapi juga berhati-hati dalam mendengarkan secara aktif dan benar-benar mendengarkan sudut pandang orang lain.
Kamu akan mengajukan pertanyaan untuk membantu membedakan fakta dari asumsi, sambil mengumpulkan informasi dan berusaha mendapatkan pemahaman lebih dalam suatu masalah. (Elga Windasari)