"Saya bekerja dengan seorang wanita ketika kami masih menjadi rekan kerja baru. Dan saat pertama kali kami bekerja sama dalam sebuah tugas, dia menceritakan banyak hal tentang kehidupan pribadinya, seperti bagaimana dia meninggalkan suami pertamanya," kata Abbajay.
"Hal itu membuat saya ingin menghindarinya... rasanya terlalu cepat (mendengar hal-hal itu dari orang baru)."
Baca Juga: Ingin Berkarir di Industri Robotika? Kenali Perbedaan Robotika dan Artificial Intelligence!
6. Bergosip
Apakah kamu memperhatikan beberapa orang berbisik-bisik atau tiba-tiba berhenti tertawa yang teredam ketika ada rekan kerja tertentu masuk?
Lebih baik tidak usah terlibat jika kamu terjebak dalam gosip tentang anggota tim lainnya.
"Jangan memihak kelompok mana pun di minggu pertama kamu," kata Abbajay.
Ia menyarankan untuk menjadi pendengar saja. Atau, ucapkan permisi lalu ganti topik obrolannya.
7. Tidak melakukan pendekatan dengan atasan
Dari semua orang yang akan kamu temui di minggu pertama, hubungan terpenting yang perlu kamu bangun adalah dengan atasan. Sebab, punya masalah dengan atasan adalah alasan utama karyawan resign.
Baca Juga: Napak Tilas ke Lokasi Kejadian, Anggy Umbara Gali Photographic Memory untuk Vina: Sebelum 7 Hari
Untuk membangun fondasi kepercayaan antara kamu dan atasan, selaraskan gaya komunikasi kamu, dan samakan persepsi tentang apa yang penting.
Jika atasan belum menemui kamu selama minggu pertama untuk melakukan percakapan tersebut, kamulah yang harus proaktif meminta pertemuan empat mata sebelum minggu itu berakhir.
Ingat ya, jangan melakukan kesalahan pada minggu pertama bekerja di kantor baru ini!