PejuangKantoran.com - Pernah dengar nggak, orang yang sering mengatakan, "Wah, sori saya sibuk banget!" dengan nada penuh bangga?
Mengapa disebut ada kebanggaan di situ, karena sibuk mengandung kesan bahwa kamu punya pekerjaan yang mapan. Sibuk artinya kamu sukses.
Namun, kalau kamu kewalahan dengan kesibukan tersebut, tidak ada gunanya terus-menerus mengeluh kepada rekan kerja betapa sibuknya kamu di kantor.
Baca Juga: Ditargetkan Buka Juni, Simak Syarat Daftar CPNS 2024
Hal itu ternyata tidak membuat mereka terkesan. Malahan, efeknya mungkin tidak sesuai yang kamu harapkan.
Menyombongkan kesibukan, atau terus-menerus mengeluh karena stres seringkali malah menimbulkan kebencian dari teman sebaya, demikian menurut penelitian dari University of Georgia (UGA).
Hal ini juga membuat kamu tampak kurang kompeten dalam pekerjaan.
“Ini adalah perilaku yang sering kita lihat, dan kita semua mungkin bersalah pada suatu saat nanti,” Jessica Rodell, profesor manajemen di Terry College of Business UGA, dan penulis utama studi tersebut.
"Saat saya bertanya-tanya mengapa orang melakukan hal itu, saya berpikir mungkin kita sedang membicarakan stres karena kita ingin membuktikan bahwa kita cukup baik.
“Namun kami menemukan bahwa hal itu sering kali menjadi bumerang," katanya.
Mengapa begitu?
Baca Juga: Contoh Email Bahasa Inggris bahwa Kamu Ingin Mengundurkan Diri pada Masa Probation
Temuan ini menunjukkan bahwa menyombongkan kesibukan kita tidak akan banyak menghasilkan niat baik di tempat kerja.
Untuk menganalisis perilaku tersebut, para peneliti UGA meminta ratusan responden untuk menilai rekan kerja fiktif yang membuat perbincangan khayalan, misalnya,
"Hanya satu hal lagi yang harus saya lakukan. Dan saya sudah sangat stres… kamu tidak tahu betapa stresnya aku sekarang."
Responden berpendapat, orang-orang yang suka menyombongkan kesibukan seperti itu kurang disukai.