kubikel

7 Cara Membuat Resume yang Menarik, Jangan Asal Tulis Keterampilan Diri!

Jumat, 28 Februari 2025 | 15:40 WIB
Tuslikan keterampilan yang paling kamu kuasai dan relevan dengan industri di dalam resume kamu. (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Meski daftar kualifikasi dan pencapaian harus ditulis dalam resume, tetapi pastikan kamu menuliskannya dengan benar.

Ini adalah etalase dan alat pemasaran untuk menunjukkan keahlian diri yang bisa membuat kamu lolos Applicant Tracking System (ATS), menarik perhatian perekrut, dan mendapat panggilan wawancara.

Jadi, bagaimana cara membuat resume yang menarik? Pelatih karir dan penulis resume Mark Misiano memberikan beberapa saran terbaiknya.

  1. Fokus pada hard skill

Menurut Misiano, hard skill yang biasanya akan membuat kamu diterima bekerja.

Jadi, ia merekomendasikan untuk fokus pada hal tersebut. Cantumkan di bagian yang menonjol di resume, seperti bagian 'kompetensi inti' atau 'bidang keahlian'.

Jika kamu ahli software dengan daftar program, sistem, dan alat yang sangat banyak, pertimbangkan untuk mengurutkannya agar perekrut mudah melihatnya.

Bahkan, kamu bisa menambahkan aksen warna untuk memastikan hard skill kamu jelas dan mudah dibaca.

Baca Juga: Cara Menunjukkan Keterampilan Kamu Dalam Memecahkan Masalah Dalam Surat Lamaran dan Resume

  1. Sesuaikan dan targetkan

Ketika menyusun resume, kamu harus menyesuaikan dan menargetkannya dengan jenis pekerjaan yang ingin dilamar. Apa bedanya?

Menurut Misiano, menyesuaikan berarti berfokus pada jenis pekerjaan yang kamu cari dan melakukan penyesuaian untuk posisi tersebut. Sementara penargetan adalah resume ditujukan untuk peran tertentu di perusahaan tertentu, yang benar-benar kamu inginkan.

Ketika menargetkan pekerjaan tertentu, kamu bisa mengambil deskripsi pekerjaan tersebut dan mengubah resume agar sesuai dengan deskripsi pekerjaan yang diberikan, terutama beberapa poin pertama, di bawah kualifikasi atau keahlian yang dibutuhkan.

  1. Hanya tulis keterampilan yang benar-benar dimiliki

Kamu mungkin tergoda untuk mengaku memiliki semua keterampilan yang dibutuhkan pencari kerja, hanya untuk mendapatkan kesempatan wawancara.

Namun, Misiano bilang, “Kamu berisiko tak bisa bercerita atau menjawab pertanyaan seputar keterampilan tersebut saat wawancara.”

Jadi, hanya sertakan keterampilan yang kamu miliki. Meski kemungkinan kamu dipanggil wawancara menjadi kecil, tetapi setidaknya kamu sudah bersikap jujur.

Halaman:

Tags

Terkini