Pejuangkantoran.com – Salah satu keterampilan yang dibutuhkan dan bakal menjadi Future Jobs 2030 adalah keterampilan dalam melakukan analytical thinking atau berpikir analitis.
Dalam keterampilan berpikir analitis salah satu yang harus dikuasai adalah kemampuan dalam mengidentifikasi maslah inti. Kemampuan ini menjadi penting karena akan menjadi fondasi dari semua proses penngambilan keputusan dan pemecahan masalah yang efektif.
Kemampuan mengidentifikasi masalah ini bisa bermanfaat dalam:
- Menghindarkan kamu dari solusi yang salah sasaran;
- Meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pemecahan masalah;
- Mencegah masalah yang sama terulang;
- Meningkatkan kualitas pengambilan keputusan;
- Membantu prioritas kerja;
- Mendukung kolaborasi tim yang lebih baik;.
- Menunjukkan kemampuan profesional dan leadership.
Langkah-Langkah Sistematis
Oleh karena itu, kamu perlu lahah-langkah sistematis untuk bisa melakukan identifikasi masalah secara baik dan benar. langkah-langkah tersebut adalah:
- Amati Gejala, Jangan Langsung Menyimpulkan
Fokus pada “apa yang terjadi” dan hindari buru-buru menebak “mengapa itu terjadi”.
- Contoh: “Tugas laporan akhir selalu terlambat” adalah gejala, bukan masalah.
- Tindakan: Kumpulkan data, dengarkan keluhan, dan catat kejadian nyata.
- Ajukan Pertanyaan “5W + 1H”
Untuk menggali pemahaman yang utuh terhadap suatu yang terjadi dan agar tidak bias, maka gunakan prinsip ini:
- What: Apa yang terjadi?
- Why: Mengapa hal ini dianggap masalah?
- When: Kapan mulai terjadi?
- Where: Terjadi di bagian/ruang/tim mana?
- Who: Siapa saja yang terlibat atau terdampak?
- How: Bagaimana proses biasanya berjalan dan berubah?
- Gunakan Teknik “5 Whys” untuk Menemukan Akar Masalah
Tanyakan “mengapa?” berulang kali untuk menggali sampai ke akar.
- Contoh:
- Why 1: Kenapa laporan terlambat? Jawaban: Karena data dari bagian A telat.
- Why 2: Kenapa data bagian A telat? Jawaban: Karena sistem inputnya sering error.
- Why 3: Kenapa sistem error? Jawaban: Karena belum pernah diperbarui sejak 2019.
- Why 4: Kenapa belum pernah diperbarui sejak 2019? Jawaban: Karena tidak aa yang paham dengan sistem terbaru.
- Dari beberapa kali “why” ini, permasalahan sudah mengerucut. Dan dari situ sudah bisa disimpulkan akar masalahnya.
Baca Juga: 7 Pekerjaan Freelance yang Paling Menjanjikan di 2025, Wajib Kamu Coba!
- Gunakan Data dan Bukti
Untuk mendapatkan solusi yang tepat, hindari asumsi. Gunakan laporan, survei, atau pengamatan langsung.
- Tindakan: Bandingkan data historis, lihat tren, dan cari pola.
- Pisahkan Masalah Inti dan Masalah Turunan
Sering kali yang terlihat adalah dampaknya, bukan inti masalahnya.
- Contoh: Konflik antar pegawai bisa jadi disebabkan manajemen waktu yang buruk, bukan sekadar ketidaksukaan pribadi.
- Libatkan Pihak Terkait
Orang yang mengalami atau terlibat langsung pada permasalahan, biasanya punya wawasan lebih jelas.
- Tindakan: Wawancara, diskusi informal, atau forum refleksi tim.
- Hindari Bias atau Emosi Pribadi
Supaya objektif, jangan biarkan masalah pribadi memengaruhi.