PejuangKantoran.com - Waktu liburan seharusnya jadi momen untuk benar-benar rehat dari rutinitas kerja. Namun, notifikasi email yang terus berdatangan kadang membuat pikiran tetap sibuk.
Banyak yang masih merasa perlu membuka email, khawatir ada tugas penting yang terlewat atau ingin memastikan semuanya berjalan lancar.
Padahal, kebiasaan ini justru bisa menumbuhkan budaya kerja yang menuntut orang untuk selalu standby saat cuti.
Baca Juga: UMKM Binaan BRI Casa Grata Buktikan Snack Sehat yang Gluten Free Mampu Menembus Pasar Global
Untuk mencegahnya, sebaiknya terapkan etika out of office (OOO) yang baik berikut ini, agar work-life balance kamu tercapai.
1. Tetapkan ekspektasi sebelum liburan
Komunikasi yang jelas sebelum cuti akan memudahkan semua pihak. Jadi, beritahu rekan kerja atau atasan kapan kamu akan libur dan apakah selama itu tetap bisa dihubungi atau tidak sama sekali.
Jika tidak bisa diganggu, sampaikan dengan tegas. Bila ada kemungkinan sesekali bisa memeriksa email, sebutkan juga dengan jelas kapan waktunya.
Dengan begitu, rekan kerja atau atasan dapat memahami situasinya dan tidak bingung kapan harus menghubungi kamu.
2. Percayakan tugas pada tim
Baca Juga: Beda Kota dan Profesi, Beda Juga Gaji Rata-rata di Korea Selatan. Berlaku Juga untuk Pekerja Asing!
Meski menyelesaikan pekerjaan sebelum liburan adalah langkah penting, tetapi tidak kalah penting untuk melepaskan kontrol setelahnya.
Memiliki rasa percaya pada tim akan membuat semuanya berjalan lebih lancar. Jika kamu bisa melakukannya, waktu liburan bisa dijalani dengan tenang tanpa rasa bersalah.
3. Aktifkan balasan otomatis
Balasan otomatis adalah cara sederhana yang sangat penting untuk memberi tahu bahwa kamu tidak akan standby saat cuti sehingga tidak bisa dihubungi.