"Saya sangat tertarik dengan posisi ini, tetapi berdasarkan pengalaman saya dan informasi pasar yang saya temukan, saya berharap bisa mendapatkan kompensasi di kisaran Rp8.500.000."
Kalimat ini terkesan tegas, tetapi tetap sopan dan terbuka.
- Kirim di waktu yang tepat
Waktu juga sangat berpengaruh. Idealnya, email negosiasi dikirim segera setelah kamu menerima tawaran kerja, tetapi sebelum kamu resmi menerimanya.
Sebelum klik "Kirim", pastikan kamu sudah mengecek isi emailnya, mulai dari bahasanya yang sudah oke atau belum, apakah ada yang typo, dan nada kalimatnya sudah tepat.
Baca Juga: Cara Bijak Menyikapi Perusahaan yang “Tidak Jujur” dengan Gaji yang Ditawarkan!
Hal yang sebaiknya dihindari
Ada beberapa hal yang sebaiknya tak kamu masukkan dalam email negosiasi:
- Jangan kasih ultimatum. Misalnya menulis, “Jika saya tidak mendapatkan gaji yang diinginkan, saya lebih baik mundur.” Ini bisa membuat perusahaan ilfeel.
- Hindari kelihatan putus asa. Fokuslah pada nilai profesional, bukan masalah keuangan pribadi.
- Jangan bandingkan dengan orang lain. Gaji orang lain bukan bahan negosiasi kamu. Fokus pada kemampuan dan pencapaianmu sendiri.
Jadi, negosiasi gaji itu wajar dan bisa jadi momen penting buat masa depan karir kamu.
Asal kamu menyampaikannya dengan cara yang sopan, profesional, dan berdasar, peluang untuk dapat penawaran yang lebih baik pun makin besar. ***