PejuangKantoran.com - Bekerja di luar negeri memang terdengar seru. Kamu bisa merasakan suasana baru, mengenal budaya berbeda, sampai punya pengalaman kerja internasional yang pastinya jadi nilai plus di CV.
Namun, jangan salah karena bekerja di luar negeri itu jauh berbeda dengan sekadar liburan. Kalau berangkat tanpa persiapan matang, bisa-bisa bukan cuma pekerjaan yang terganggu, tetapi juga kesehatan, keuangan, dan bahkan hubungan pribadi.
Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa banyak perusahaan memindahkan karyawan mereka ke luar negeri dengan persiapan yang sering kali masih kurang.
Baca Juga: Ini Daftar Lengkap 5 Gerbang Tol Dalam Kota Ditutup Sementara
Padahal, karyawan butuh dukungan dari perusahaan. Tanpa bekal yang tepat, kamu bisa merasa stres, kesepian, atau bahkan gagal menyelesaikan tugas yang diberikan.
“Kepercayaan” yang dimiliki perusahaan
Menurut survei yang dilakukan di UK, ada beberapa hal yang “dipercaya” oleh perusahaan, yaitu:
• 41% perusahaan merasa karyawan sudah siap soal hal-hal praktis, seperti pendidikan dan urusan perbankan.
• 39% perusahaan percaya karyawan siap menghadapi perubahan budaya, misalnya adat, hukum, atau agama yang berbeda.
• 36% perusahaan menilai karyawan siap soal gaya hidup baru, termasuk kemungkinan rasa sepi karena jauh dari keluarga.
• 32% perusahaan merasa karyawan siap menghadapi tantangan iklim yang mungkin memengaruhi kesehatan.
Kenyataannya, angka-angka tersebut sebenarnya belum terlalu meyakinkan. Banyak dari karyawan, mungkin termasuk kamu, yang mungkin masih belum benar-benar siap menghadapi realita hidup di negara orang.
Padahal, perusahaan bisa membantu, misalnya dengan:
• Memberikan pelatihan untuk manajer supaya bisa mendukung karyawan.
• Mengadakan pelatihan di negara tujuan setelah karyawan tiba.
• Memberi dukungan selama penugasan.
• Memberikan sesi pelatihan satu lawan satu sebelum pindah.
Meski ini langkah yang bagus, tetapi sebenarnya masih belum cukup. Mengapa? Karena bekerja di luar negeri bukan hanya soal kerjaan, tetapi juga kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Hanya 6% Gan Z yang Ingin Jadi Manajer di Tempat Kerja, Pilih Berkembang tanpa Jadi Atasan
Dukungan yang sebenarnya dibutuhkan karyawan
Sebagai pekerja, karyawan butuh dukungan di banyak sisi. Bukan cuma sebelum berangkat, tetapi juga selama di sana, bahkan setelah pulang. Misalnya:
• Secara fisik agar siap menghadapi iklim yang berbeda atau sistem kesehatan yang baru.
• Secara mental untuk beradaptasi dengan perubahan budaya yang bisa membuat stres.
• Secara sosial untuk mengatasi rasa sepi atau isolasi karena jauh dari keluarga dan teman.
• Secara finansial, misalnya biaya hidup, pendidikan, dan urusan perbankan di negara tujuan.
Jika empat aspek ini tidak diperhatikan, perjalanan kerja kamu ke luar negeri bisa terasa berat.
Jadi, kamu lebih baik siap dari awal daripada repot setelah masalah muncul.
Mulai dari belajar budaya dan bahasanya, memahami hukum di negara tujuan, sampai menyiapkan mental untuk jauh dari orang-orang terdekat.