PejuangKantoran.com - Banyak anak muda di tempat kerja malah sibuk memikirkan bagaimana caranya dianggap keren sama rekan kerja.
Misalnya, update status LinkedIn biar terlihat produktif, ikut nongkrong padahal capek, atau sok aktif bicara di rapat agar dilihat bos.
Padahal, menurut Henna Pryor, pendiri firma coaching kepemimpinan Pryority Group, strategi ini sering malah membuat kamu salah fokus.
“Jangan buang waktu memikirkan bagaimana orang lain menilai kamu. Fokus saja membangun kredibilitas, hubungan baik, dan kasih nilai tambah di kantor,” kata Pryor.
Contoh mudahnya, kamu bisa bantu mencatat poin penting waktu rapat, memberikan ide kecil yang berguna untuk tim, atau dukung rekan kerja saat dia presentasi.
Hal-hal sederhana seperti ini lebih berharga daripada sekadar terlihat sibuk atau stylish di depan meja kerja.
Baca Juga: Tarif Promo Rp1 untuk Transum Jakarta, Termasuk MRT dan TransJakarta Masih Berlaku!
Karir tak bisa hanya ikut-ikutan
Pryor juga bilang, banyak pekerja muda yang suka meniru gaya rekan kerja populer atau iri dengan orang di LinkedIn yang postingannya memiliki banyak likes.
Padahal, karir yang sukses justru datang dari fokus ke hal-hal yang kamu sukai dan kekuatan alami yang kamu punya.
“Kalau kamu terlalu sibuk mengejar jejak orang lain, hasilnya cuma membuat lelah. Karir yang sehat itu datang dari passion dan kekuatan sendiri, bukan ikut-ikutan target orang lain yang terus berubah,” jelasnya.
Jadi diri sendiri lebih penting
Berusaha tampil keren juga ada jebakannya.
Menurut penelitian, orang yang “terlihat keren” tidak selalu dianggap kompeten atau enak diajak kerja sama.