Pejuangkantoran.com - Kalau kamu kerja di kantor yang menggunakan komputer, internet, atau sistem internal apa pun, kemungkinan besar di balik semuanya ada satu sosok yang sering tidak terlihat, tetapi kerjanya krusial.
Mereka adalah administrator sistem atau sering disebut sysadmin. Mereka bertanggung jawab menjaga sistem teknologi perusahaan tetap berjalan lancar, mulai dari server, jaringan internet, akses login karyawan, sampai keamanan data.
Kalau tiba-tiba server down atau email kantor tidak bisa diakses, biasanya yang pertama dipanggil adalah mereka.
Apa tugas seorang sysadmin?
Tugas sysadmin itu sangat luas dan seringkali tidak terlihat. Secara umum, pekerjaan mereka meliputi:
- Mengatur dan memelihara sistem TI seperti server, jaringan, dan software perusahaan.
- Memastikan akses karyawan sesuai izin, mulai dari siapa saja yang boleh lihat data apa hingga siapa boleh login ke sistem mana.
- Mengurusi keamanan sistem, termasuk update, backup, dan perlindungan dari serangan siber.
- Jadi “pemadam kebakaran” teknologi alias cepat-cepat membetulkan kalau ada error atau sistem bermasalah.
- Mengajari user atau karyawan lain cara pakai sistem dengan benar agar tidak salah klik.
Terdengar ribet? Memang. Itulah sebabnya pekerjaan ini sering dianggap berat, tetapi anehnya jarang disorot. Padahal kalau mereka kerja bagus, semuanya berjalan normal.
Baca Juga: 4 Sertifikasi yang Bisa Langsung Dongkrak Karier IT Kamu, Dicari Banyak Perusahaan di Indonesia!
Mengapa peran ini sangat penting?
Bayangkan website perusahaan down selama satu jam. Ini bukan hanya membuat reputasi jelek, tetapi juga bisa membuat transaksi berhenti total. Belum lagi kalau data bocor karena sistem tidak aman, bisa jadi masalah hukum.
Nah, sysadmin ini adalah penjaga gawangnya. Mereka yang memastikan hal-hal seperti di atas tidak terjadi. Bahkan, di dunia kerja sekarang yang makin digital dan banyak menggunakan cloud, peran sysadmin jadi makin kompleks.
Mereka bukan cuma menjaga server, tetapi juga ikut memikirkan strategi, tata kelola, sampai manajemen perubahan sistem.
Tugas kadang melebar ke ranah DevOps
Sekarang, peran sysadmin mulai bergeser dan terkadang bersinggungan dengan DevOps. Artinya, mereka juga bisa ikut ngoding, membuat automasi, atau membantu tim development mempercepat proses kerja.