Selain soal komunikasi, banyak pekerja juga merasa bahwa usia menjadi penghalang karier.
Sekitar 34% pencari kerja merasa kesulitan mendapatkan promosi atau pekerjaan baru karena faktor umur, terutama di kalangan Baby Boomers. Bahkan, 73% dari mereka menyebut usia sebagai hambatan utama dalam perkembangan karier.
Namun, menariknya dari sisi pemberi kerja, hanya 15% yang menganggap usia sebagai masalah. Sebaliknya, 41% perusahaan justru lebih memandang catatan kriminal sebagai hambatan utama dalam perekrutan atau promosi.
Ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang cukup besar antara karyawan dan perusahaan.
Baca Juga: Milenial, Gen Z, dan Gen X Punya Persiapan Beda Saat Liburan: Ada yang Pilih Uang, Ada yang Camilan
Nilai dari tenaga kerja multigenerasi
Meski ada perbedaan cara pandang dan gaya kerja, sebenarnya tenaga kerja multigenerasi punya nilai besar. Baik pemberi kerja maupun karyawan setuju bahwa berbagi pengetahuan dan pengalaman adalah kekuatan utama dari keberagaman usia di tempat kerja.
Matthew Burney, Penasihat Strategis Senior di Indeed, mengatakan bahwa setiap generasi membawa kekuatan unik.
Ada yang unggul secara teknis, (Gen Z dan Milenial yang sangat tech savvy), ada yang punya kemampuan komunikasi yang baik (Gen X dan Milenial, generasi transisi analog-digital), ada pula yang berpengalaman dalam menghadapi situasi sulit (Gen X dan Baby Boomers yang sudah makan asam-garam pekerjaan dan kehidupan).
Menurutnya, perusahaan perlu memberikan dukungan yang sesuai untuk tiap generasi, bukan pendekatan yang seragam untuk semua.
Ia juga menambahkan, mentoring antar generasi dan komunikasi terbuka bisa menjadi kunci untuk menciptakan kerja sama yang harmonis. Dengan begitu, perbedaan usia tidak lagi jadi penghalang, tetapi justru menjadi kekuatan yang memperkaya tim kerja. ***