kubikel

Tak Perlu Khawatir, Begini Cara Mencegah dan Menangani Superflu akibat Virus Influenza H3N2

Sabtu, 3 Januari 2026 | 19:56 WIB
Ilustrasi: Ada banyak cara untuk mencegah dan menangani superflu. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Virus influenza A (H3N2) subclade K, yang dikenal sebagai superflu, disebut-sebut punya gejala lebih berat daripada influenza musiman biasa, dan bisa menular lebih cepat. Hal ini terutama terjadi pada lansia, anak-anak, serta orang yang membawa komorbid.

Menurut Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, SpP (K), dokter spesialis paru di RS Persahabatan, Jakarta, virus ini juga memiliki risiko kematian lebih tinggi. Penyebabnya, sifat varian subclade K lebih agresif dan lebih mudah menyebar.

Pada lansia, anak, dan orang dengan penyakit komorbid, risiko komplikasi yang mengakibatkan kematian juga meningkat.

Baca Juga: Waspada dengan Superflu, Kenali Penyebab dan Gejalanya yang Lebih Berat dari Influenza Biasa

Pencegahan superflu

Meski begitu, Agus mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir. Pada dasarnya, penyakit akibat virus influenza A (H3N2) subclade K bisa disembuhkan.

"Yang penting segera konsultasi ke tenaga medis, dokter, atau ke fasilitas kesehatan untuk bisa mendapat pengobatan. Istirahat yang cukup, suplemen yang cukup.

"Untuk populasi yang berisiko memiliki penyakit dasar mungkin perlu dirawat. Karena komplikasinya itu yang kita harus jaga supaya tidak menimbulkan risiko lebih tinggi," ujar Agus, seperti dikutip BBC Indonesia.

Guru Besar Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini menambahkan, indikasi rawat pada dasarnya seperti influenza secara umum. Namun tenaga medis harus lebih waspada, kapan pasien perlu dirawat inap atau rawat jalan.

Seperti influenza biasa, superflu bisa dicegah dengan menjaga kebersihan lingkungan,  mencuci tangan dengan sabun, memakai masker bila kontak dengan penderita atau berada di keramaian.

Baca Juga: Bisa Menular Lebih Cepat daripada Influenza Biasa, Benarkah Risiko Kematian Superflu Lebih Tinggi?

Kalau kamu sakit, sebaiknya tidak keluar rumah. Kalaupun terpaksa, wajib memakai masker dan segera memeriksakan diri ke dokter.

Badan Kesehatan Dunia, WHO, menyatakan vaksin influenza juga bisa diberikan sebagai pencegahan superflu. Namun, efektivitasnya pada anak hanya 70% dan orang dewasa 40%, tambah Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K).

"Tapi karena itu yang kita punya, silahkan dimanfaatkan kalau memang mau dilakukan," ujar Direktur Utama Pasca Sarjana Universitas Yarsi ini.

Ia juga mengatakan, meski penyebaran superflu sangat cepat dan agresif, tapi tidak akan menyebabkan pandemi.

Halaman:

Tags

Terkini