kubikel

Menjadi Comica Seperti Pandji Pragiwaksono di Mens Rea Itu Tak Mudah. Berikut Keterampilan yang Wajib Dipunyai

Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:10 WIB
Pandji Pragiwaksono dialporkan ke kepolisian terkait materi di Menas Rea. Menjadi comica itu tidak mudah, butuh keterampilan khusus. (YouTube Pandji Pragiwaksono)

Pejuangkantoran.comComica Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dengan sejumlah materi di pertunjukan stand-up comedy Mens Rea yang dinilai mengandung unsur penghasutan dan penistaan agama.

Pelapornya, menurut Kompas.com (9/1/2026) adalah Rizki Abdul Rahman Wahid yang mengaku sebagai koordinator Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah.

Pihak pelapor ini mengaku keberatan atas sejumlah materi Mens Rea setelah tayang di Netflix dan mendapat sambutan luar biasa. Salah satunya adalah materi yang dianggap menuding NU dan Muhammadiyah terlibat praktik politik balas budi dalam pengelolaan tambang.

Laporan itu telah diterima Polda Metro Jaya dan pihak Polda segera akan meminta klarifikasi terhadap Pandji Pragiwaksono.

Menjadi comica (komika) beberapa tahun belakangan memang menjadi salah satu ekspresi seni yang cukup diminati oleh pekerja seni Indonesia. FYI, stand-up comedy mulai dikenal luas di Indonesia sekitar awal 2010-an, lalu dipopulerkan melalui komunitas dan acara TV.

Menjadi seorang stand-up comedian atau comica (comic), tidak sekadar bisa membuat penontonnya tertawa, namun ada sejumlah keterampilan khusus yang harus serius dipelajari.

Baca Juga: Ikut Nonton Show 'Mens Rea', Ahok: 'Waduh Gila Deh, Pandji Pragiwaksono Nekad Banget!'

Keterampilan tersebut adalah:

  1. Keterampilan Menulis Materi (Comedy Writing)

Ini adalah fondasi utama.

Kompetensi inti:

  • Observational thinking: mampu menangkap hal sehari-hari yang dianggap “normal” lalu melihat absurditasnya.
  • Premis–setup–punchline: memahami struktur dasar lelucon.
  • Angle thinking: menyajikan sudut pandang unik, bukan sekadar lucu.
  • Economy of words: menyingkat kalimat tanpa kehilangan daya ledak.
  • Callback dan tagging: mengembangkan satu punchline menjadi rangkaian tawa.

Tanpa materi yang kuat, keterampilan panggung kemjungkinan gagal.

  1. Delivery dan Performance Skill

Materi yang bagus harus disampaikan dengan tepat.

Aspek penting:

  • Timing dan pause: tahu kapan berhenti dan kapan lanjut.
  • Intonasi suara: naik-turun suara untuk menekankan punchline.
  • Body language: gestur, ekspresi wajah, dan posisi tubuh.
  • Stage presence: rasa percaya diri dan kontrol panggung.

Banyak comica pemula lucu di tulisan, tetapi gagal karena delivery lemah.

  1. Kepekaan terhadap Audiens (Audience Awareness)

Stand-up adalah dialog satu arah yang hidup.

Halaman:

Tags

Terkini