Social capital sehat dibangun melalui kompetensi, integritas, konsistensi, dan hubungan profesional yang baik. Ketika yang dilakukan adalah sekadar menjilat atasan, politik kantor, atau pencitraan kosong, maka itu bukan social capital.
Social capital yang kuat biasanya bertahan lama karena berbasis trust yang nyata.
Dalam konteks karier saat ini, erutama di era AI dan otomatisasi, social capital justru makin penting karena kemampuan teknis makin mudah digantikan, namun kepercayaan, kolaborasi, dan reputasi manusia lebih sulit diautomasi. ***