Dalam hal ini, membungkuk ke depan menjadi satu-satunya aktivitas yang menunjukkan pola sebab-akibat yang pasti: semakin sering seorang wanita membungkuk, risiko kegugurannya otomatis semakin meningkat drastis.
Kebiasaan merokok
Meski begitu, para peneliti mengakui ada beberapa faktor luar yang sulit dipisahkan dari penelitian ini, salah satunya adalah kebiasaan merokok. Pekerja dengan tuntutan fisik tinggi umumnya berusia lebih muda dan punya kebiasaan merokok lebih tinggi.
Baca Juga: ORI030 bakal Diluncurkan saat Suku Bunga Masih Tinggi, Potensi Imbal Hasilnya di Kisaran 7%!
Saat faktor kemungkinan merokok ini dimasukkan dalam hitungan, hubungan antara aktivitas berdiri dan keguguran sempat memudar, namun hubungan untuk aktivitas berjalan dan membungkuk tetap terbukti kuat.
Faktor lain seperti shift malam, paparan bahan kimia, atau mengangkat beban berat yang sering dilakukan sambil membungkuk juga berpotensi memengaruhi hasil akhir.
Meski masih butuh penelitian lanjutan, pola yang konsisten dari 800.000 lebih kehamilan ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Kasir yang berdiri selama delapan jam, atau perawat yang sering membungkuk waktu merawat pasien, sekarang harus lebih berhati-hati jika melakukan hal itu di trimester pertama kehamilan.
Di luar itu, aturan keselamatan kerja untuk ibu hamil juga perlu disempurnakan.