PejuangKantoran.com - Semenjak era pandemi, banyak pekerja yang terpaksa harus mengalami career break lumayan lama dan banyak beraktifitas di rumah, atau malah aktif di berbagai macam kegiatan sukarela. Sehingga ketika ingin mencari kerja kembali merasa rendah diri saat harus memperbarui CV selama mengalami fase career break. Padahal, dunia kerja sangat membutuhkan keterampilan praktis yang Anda asah setiap hari selama non-aktif dari kantoran.
Kuncinya terletak pada cara Kamu menerjemahkan aktivitas tersebut ke dalam bahasa profesional (jargon korporat). Berikut adalah panduan lengkap untuk mengubah riwayat harian Kamu menjadi poin bernilai jual tinggi di mata HRD.
Baca Juga: Cara Mengatasi 'Resume Gap' setelah Sempat Lama Berhenti Bekerja, Jujur tapi Taktis!
1. Terjemahkan Aktivitas Rumah Tangga ke Bahasa Korporat
Aktivitas mengurus rumah tangga melibatkan manajemen tingkat tinggi yang sangat relevan dengan operasional perusahaan. Jangan sebutkan kegiatan teknisnya, melainkan fungsi manajemennya. Misal: Financial Planning and Budgeting untuk menggantikan pekerjaan mengatur anggaran rumah tangga. Atau Project Management & Scheduling untuk koordinasi pekerjaan domestic seperti jemput sekolah atau mengantas les.
2. Upgrade Pengalaman Volunteer Menjadi Jabatan Profesional
Aktivitas volunteer adalah pekerjaan nyata, hanya saja Anda tidak dibayar dengan uang. Jangan ragu menuliskannya di bagian "Pengalaman Kerja" atau membuat kolom khusus bernama "Pengalaman Profesional & Komunitas". Karena beberapa pekerjaan sosial yang Kamu lakukan, bisa menjadi tolok ukur pekerjaan profesional. Misalnya Kamu pernah menangani sosial media Yayasan atau Komunitas tertentu, pekerjaan ini bisa menjadi poin tambahan untuk CV Kamu.
3. Gunakan Rumus XYZ untuk Menulis Deskripsi
HRD tidak hanya ingin tahu apa yang Kamu lakukan, tetapi apa dampaknya. Gunakan rumus XYZ (Mencapai [X], yang diukur dengan [Y], dengan melakukan [Z]) untuk setiap poin di CV Anda.
- Contoh Salah (Terlalu Biasa): "Membantu mengajar anak-anak outus sekolah di lingkungan rumah."
- Contoh Benar (Gaya Profesional): "Meningkatkan literasi membaca 20 anak usia dini sebesar 40% (X) dalam waktu 3 bulan (Y) melalui pengembangan kurikulum belajar kreatif berbasis permainan (Z)."
4. Tonjolkan Transferable Skills (Hard & Soft Skills)
Artikel Terkait
CV-mu Tidak Pernah Direspons oleh Rekruter? Coba Perbaiki agar Lamaran Kerjamu Lolos ATS Dulu!
Mengapa Rekruter Bertanya, "Apakah Kamu Bisa Bekerja sama dengan Orang Lain?" saat Wawancara Kerja