PejuangKantoran.com - Pernahkah Anda membuka TikTok atau Instagram lalu melihat video seorang kreator konten membagikan rutinitas "A Day in My Life" sebagai pekerja lepas di Bali? Atau mungkin konten tentang anak muda usia 23 tahun yang sudah menjabat sebagai Manajer dengan gaji dua digit?
Baca Juga: Gen Z, Kerja Keras Saja Tidak Cukup, Kita Juga Wajib “Terlihat” Supaya Karir Jadi Lancar
Baca Juga: Karyawan Baru Nggak Perlu Takut Sama AI, Kini Bisa Akselerasi Karier Kamu
Di era digital seperti sekarang, fenomena FOMO karier (Fear of Missing Out) sangat mudah menjangkiti para pekerja di kota-kota besar Indonesia, mulai dari Jakarta, Surabaya, Bandung, hingga Medan. Dorongan psikologis ini sering kali membuat seseorang merasa tertinggal, hingga muncul pikiran impulsif: "Kayaknya Aku bisa nih kerja modelan dia. Apa aku harus resign sekarang juga?"
Heeii… nanti dulu Fergusso, sebelum kamu memastikan dan mengetik surat pengunduran diri, mari kita bedah mengapa keputusan resign hanya karena konten social media adalah langkah yang berisiko.
Apa Itu FOMO Karier dan Mengapa Sangat Berbahaya?
FOMO karier adalah rasa takut tertinggal dalam pencapaian profesional dibandingkan orang lain. Di dunia maya, kesuksesan sering kali dipamerkan secara instan tanpa memperlihatkan proses berdarah-darah di baliknya. Ingatlah pepatah: Rumput di halaman tetangga akan terlihat selalu lebih hijau dibandingkan rumput di halaman kita sendiri. Padahal aslinya jangan-jangan, rumput tetangga kini tidak selalu lebih hijau daripada rumput di halaman kita sendiri.
Baca Juga: Frugal Living vs FOMO: Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital
Baca Juga: Mengubah FOMO Menjadi JOMO: Seni Memanfaatkan Tren Olahraga Viral untuk Kesehatan Jangka Panjang
Ketika Anda berpikir seperti itu, maka dengan mudah Anda akan mengambil keputusan impulsif. Keluar dari pekerjaan tanpa perencanaan matang hanya akan membawa Anda pada ketidakpastian finansial, bukan kebebasan yang Anda impikan di media sosial.
Realitas di Balik Layar: Apa yang Tidak Ditunjukkan Konten Social Media
Media sosial adalah panggung sandiwara yang telah dikurasi. Berikut adalah beberapa hal yang sengaja disembunyikan dari video viral bertema resign atau quiet quitting:
- Dana Darurat yang Tebal: Kreator konten yang berani resign biasanya sudah memiliki tabungan minimal 6 hingga 12 bulan biaya hidup.
- Privilese dan Jaringan: Banyak dari mereka memiliki safety net (jaring pengaman) seperti aset keluarga atau koneksi industri yang luas.
- Sisi Gelap Pekerjaan Baru: Menjadi freelancer atau pebisnis berarti siap kehilangan pendapatan tetap bulanan, tunjangan kesehatan (BPJS Ketagakerjaan/Kesehatan), dan bonus tahunan.
Strategi Menghadapi FOMO Karier bagi Pekerja di Indonesia
Jika Anda mulai merasa jenuh dan terpapar racun FOMO di media sosial, lakukan langkah-langkah berikut: