PejuangKantoran.com - Banyak yang menyangka alasan utama pengajuan izin WFH (work from home) ditolak adalah aturan kantor. Padahal, sering kali penyebab aslinya sepele, yaitu alasan yang kita ajukan kurang kuat.
Atasan biasanya ragu meng-approve permintaan kamu karena takut produktivitas turun, komunikasi terganggu, atau khawatir yang lain ikut-ikutan minta WFH. Nah, surat pengajuanmu harus bisa menjawab keraguan-keraguan itu secara langsung.
Sebelum mulai mengetik surat, cek dulu aturan resmi di kantor. Kalau sudah ada kebijakan tertulis, sebutkan itu di suratmu. Kalau belum ada, kamu perlu menyiapkan alasan yang lebih matang.
Baca Juga: Tips Menulis Email untuk Mengajukan Izin WFH, Kalau Bisa untuk Kesempatan Jangka Panjang
Atasan tentu perlu bukti bahwa kamu memang mampu menyelesaikan pekerjaan meskipun tidak hadir di kantor. Jadi, tunjukkan bahwa kamu memang bisa diandalkan.
Lampirkan hasil proyek yang selesai tepat waktu, atau angka pencapaian KPI-mu. Jika dulu pernah WFH saat sakit atau cuaca buruk dan pekerjaan tetap beres, itu juga bisa dijadikan bukti.
Meskipun begitu, tetap pahami mengapa atasan keberatan. Coba posisikan dirimu sebagai atasan. Pertimbangkan apa saja kelebihan dan kekurangan work from home dari POV mereka, lalu siapkan solusinya dari awal.
Yang dikhawatirkan atasan
Untuk meyakinkan atasan, langsung berikan solusi atas kekhawatiran mereka. Misalnya:
Baca Juga: Series 'Jakarta Undercover Members Only' Menghadirkan Persoalan Jakarta yang Lebih Kekinian
• Bos takut komunikasi terhambat. Tegaskan kamu akan selalu standby di aplikasi chat kantor (seperti Slack atau Teams) selama jam kerja, dan siap hadir di setiap rapat online.
• Bos khawatir kerja sama tim terganggu. Tawarkan sistem hybrid. Misalnya, masuk kantor di hari-hari tertentu khusus untuk rapat tim dan kerja kelompok.
• Bos ragu cara memantau hasil kerja. Usulkan laporan progres mingguan atau check-in berkala agar atasan tetap bisa memantau pekerjaanmu dengan jelas.
• Bos enggan dianggap tidak adil oleh anggota tim yang lain. Sampaikan bahwa kamu paham tidak semua posisi bisa bekerja dari rumah, dan kamu siap menyesuaikan diri demi kelancaran bersama.
Jika atasan masih ragu memberikan izin WFH untuk kamu, masih ada cara lain untuk meyakinkannya. Kamu bisa mengusulkan untuk melakukan uji coba selama dua minggu atau sebulan lebih dulu (buat kesepakatan dengan bos).