Tips Menulis Email untuk Mengajukan Izin WFH, Kalau Bisa untuk Kesempatan Jangka Panjang

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:27 WIB
Ilustrasi: Jelaskan alasan mengapa kamu mau mengajukan izin WFH, apakah karena sakit atau karena keperluan lain. (Freepik)
Ilustrasi: Jelaskan alasan mengapa kamu mau mengajukan izin WFH, apakah karena sakit atau karena keperluan lain. (Freepik)

PejuangKantoran.comBekerja dari rumah atau work from home (WFH) memang banyak untungnya. Selain bikin jam kerja terasa lebih fleksibel, work-life balance juga bisa lebih terjaga. Tidak heran kalau gaya kerja ini makin populer, baik secara full remote maupun hybrid.

Namun, mengajukan izin WFH ke atasan sering kali bikin ragu. Takut tidak diizinkan atau dikira kurang berkomitmen pada pekerjaan. Padahal yang kamu perlukan adalah meyakinkan atasan bahwa kinerja dan produktivitasmu akan tetap terjaga meski tidak datang ke kantor.

Nah, kalau mau meminta izin kepada atasan untuk bekerja dari rumah, mungkin kamu bisa menyampaikan secara lisan saat berpapasan di lobi kantor, atau melalui pesan WhatsApp. ​​

Baca Juga: Qatar Airways Masih Andalkan Chef Curtis Stone untuk Three Course Menu di Business Class

Tetapi kalau kamu serius ingin mendapatkan persetujuan dan bisa mendapat kesempatan WFH dalam jangka panjang, mungkin lebih tepat kalau kamu mengajukan permintaan secara formal melalui email.

Tips mengajukan izin WFH via email

Biar atasan makin mantap memberi lampu hijau, perhatikan beberapa poin penting ini saat menyusun email pengajuan bekerja dari rumah.

Siapkan informasi lengkap. Tentukan dulu kapan kamu mau mulai WFH, berapa lama durasinya, serta jam kerja yang akan kamu jalankan.

• Gunakan bahasa yang formal. Sampaikan permohonan dengan nada respectful. Hindari kesan seolah kamu menuntut atau enggan bekerja keras.

• Sampaikan alasan dengan jelas. Sampaikan alasan mendasar kenapa kamu butuh WFH, apakah karena urusan keluarga, kondisi kesehatan, atau butuh fokus ekstra untuk menyelesaikan proyek tertentu.

• Tentukan jangka waktunya. Berikan kepastian soal durasi. Apakah kamu hanya minta izin selama dua minggu, satu bulan, atau mengajukan skema beberapa hari dalam seminggu?

Baca Juga: Pengguna Claude Protes soal Watermark yang Ditetapkan Anthropic untuk Menandai Teks Buatan AI

• Sediakan rencana kerja dan solusinya. Beberkan bagaimana caramu berkomunikasi harian dan cara mengatasi kalau ada hambatan mendadak. Misalnya, apa yang kamu lakukan kalau koneksi internet lagi nggak bagus di rumah.

• Sampaikan terima kasih. Jangan lupa tinggalkan kesan positif dengan berterima kasih atas waktu dan pertimbangan yang diberikan oleh atasan.

Mengajukan izin WFH memang butuh persiapan, tetapi bukan hal yang mustahil untuk disetujui. Yang penting, berikan alasan yang masuk akal dan jelaskan rencana kerja yang bikin proses kerja kamu nanti tetap lancar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Indeed, Thehrdigest.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X