kubikel

Ketika Weekend Tidak Lagi Benar-Benar Libur: Bukannya Santai Tapi Ngerjain Pekerjaan yang Tertunda

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:20 WIB
Weekend reset adalah cara sederhana untuk memanfaatkan akhir pekan bukan hanya untuk bersantai, tetapi juga menyiapkan tubuh, rumah, pikiran, dan agenda agar lebih siap menghadapi minggu baru. (Made by Google Gemini/PejuangKantoran.com )

PejuangKantoran.com -  Dua hari libur dalam seminggu seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat.

Namun, bagi banyak pekerja modern, weekend justru terasa semakin singkat. Jumat sore sudah mulai memikirkan pekerjaan yang belum selesai, Sabtu digunakan untuk berbagai urusan pribadi, sementara Minggu malam muncul kecemasan menghadapi Senin.

Setelah sekitar satu abad pola lima hari kerja dan dua hari libur menjadi standar, muncul pertanyaan baru: apakah weekend dua hari masih cukup?

Ketika Weekend Tidak Lagi Benar-Benar Libur

Teknologi membuat kehidupan kerja menjadi jauh lebih fleksibel. Namun, fleksibilitas tersebut memiliki sisi lain.

Laptop dan smartphone memungkinkan seseorang bekerja hampir dari mana saja. Email kantor bisa masuk saat sedang makan malam, pesan dari atasan dapat muncul pada Minggu sore, dan pekerjaan yang sebenarnya bisa menunggu sampai Senin sering kali tetap dikerjakan pada akhir pekan.

Baca Juga: Spider-Man: Brand New Day Bikin Tom Holland Masuk Deretan Aktor dengan Penghasilan $100 Juta!

Akibatnya, batas antara waktu kerja dan waktu pribadi semakin kabur.

Bahkan, fenomena kerja hybrid memunculkan istilah seperti “Skiveday Friday”, ketika Jumat bagi sebagian pekerja remote berubah menjadi hari kerja dengan produktivitas yang lebih rendah karena perhatian sudah mulai beralih ke akhir pekan.

Menariknya, perubahan cara bekerja juga membuat weekend seolah-olah mulai melebar.

Bagi sebagian pekerja, Jumat sore sudah tidak lagi terasa seperti hari kerja penuh. Mereka mulai mengurangi aktivitas pekerjaan, menyelesaikan tugas-tugas ringan, atau bekerja dari rumah.

Di sisi lain, Sabtu dan Minggu juga tidak sepenuhnya bebas dari pekerjaan.

Hasilnya agak ironis: weekend terasa semakin panjang, tetapi waktu benar-benar istirahat justru belum tentu bertambah.

Baca Juga: Perdana Jadi Sutradara di Harusnya Horror, Reza Arap Gelar Bootcamp Khusus buat Geng AAA Clan

 

Pertanyaannya Bukan Lagi “Berapa Lama Kita Bekerja?”

Perubahan ini sebenarnya meneruskan perdebatan yang sudah berlangsung sejak awal abad ke-20.

Halaman:

Tags

Terkini