Ketika perusahaan mulai mengurangi jam kerja dan memberikan dua hari libur, pertanyaan besarnya adalah apakah pekerja tetap dapat produktif jika bekerja lebih sedikit.
Kini pertanyaannya berkembang menjadi:
Apakah manusia benar-benar perlu bekerja lima hari untuk menghasilkan pekerjaan yang sama?
Teknologi, otomatisasi, kecerdasan buatan, dan sistem kerja hybrid membuat pertanyaan tersebut semakin relevan.
Jika pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat, mungkin ukuran produktivitas tidak lagi seharusnya sekadar berdasarkan berapa lama seseorang duduk di depan komputer.
Karena pada akhirnya, sejarah dunia kerja menunjukkan satu hal: cara manusia bekerja tidak pernah benar-benar berhenti berubah.
Artikel Terkait
Mengapa Pengajuan Izin WFH Sering Ditolak Atasan? Begini Cara Bikin Si Bos Bilang 'Yes!'
Ini Penyebab Pipis Berwana Merah Setelah Olah Raga Intensif
9 Contoh Email Pengajuan Izin WFH dalam Bahasa Inggris yang Disesuaikan Kebutuhan Kamu
5 Karakteristik Yang Bisa Menjadikan Portable Proof Kamu Bakal Dilirik Rekruter
3 Prinsip agar Meeting Jadi Lebih Terarah dan Tidak Membuang Waktu: Goals, Rules, dan Soul
Daftar 15 Pekerjaan Unik Berikut Gajinya, Ada Yang Dibayar Untuk Tidur!
Sikap Defensif Tidak Baik Bagi Organisasi. Berikut 8 Penyebab dan Bahayanya Bagi Organisasi.
Burnout Bukan Cuma Karena Kerja: Begini Cara Lifestyle Modern Menguras Energi di Kota Besar
Pekerja Lapangan Paling Rentan Terpapar Kabut Asap Kebakaran Hutan, Bisakah Mereka WFH?
5 Tanda Red Flags Rekrutmen: Tanda Budaya Kerja Toxic yang Dihindari Gen Z, Buat Jadi Perhatian Tim HR