Ini Penyebab Pipis Berwana Merah Setelah Olah Raga Intensif

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:36 WIB
Urine kamu berwarna merah setelah lari dengan intensitas tinggi? Ini penyebabnya! (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Urine kamu berwarna merah setelah lari dengan intensitas tinggi? Ini penyebabnya! (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Seorang pelari sempat panik karena seusai melakukan easy run sekitar 6 kilometer, ketika buang air kecil, urinenya semula berwarna pink terang lalu kemudian menjadi seperti warna teh atau cola.
Kemungkinan hal ini adalah hematuria atau dalam bahasa sederhananya adanya darah dalam urine.

Menurut Giuseppe Lippi dan Fabian Sanchis-Gomar dalam tulisan mereka Exertional Hematuria: Definition, Epidemiology, Diagnostic And Clinical Considerations yang dipublikasikan di pubmed.ncbi.nlm.nih.gov, menyebutkan bahwa hematuria cukup umum terjadi pada olah raga non-kontak, terutama lari.

Hal yang kurang lebih sama juga disampaikan dalam artikel Sports Hematuria yang ditulsi oleh J Abarbanel , A E Benet, D Lask, D Kimche dan dipublikasikan di web site yang sama. Menurut mereka olah raga berat memberi beban besar pada tubuh.

Baca Juga: Lari Sambil Dengar Musik Membuat Berlari Makin Personal: Benarkah Playlist Bisa Bikin Pace Lebih Konsisten?

Secara khusus, menurut P P Varma , P Sengupta, R K Nair dalam tulisan mereka Post Exertional Hematuria (pubmed.ncbi.nlm.nih.gov), menyebutkan bahwa sebuah penelitian yang melibatkan 491 orang berusia 20-50 tahun yang berlari 5 kilometer dalam batas waktu tertentu, 59 orang mengalami hematuria (sekitar 12%).

Namun ketika mereka diminta untuk berlari 5 kilometer tanpa batas waktu, jumlah yang mengalami hematuria menurun, 4 dari 316 orang (sekitar 1,3%).

Artinya, hematuria terjadi karena intensitas lari yang lebih keras, bukan semata-mata lari sejauh 5 kilometer.

Bagaimana Hematuria Karena Olah Raga Intensif Terjadi?

Dalam tulisan Sports Hematuria disebutkan juga bahwa pada saat berolah raga berat (dalam tulisan ini disebutkan lari, mendayung, berenang dan olah raga yang ada kontak tubuh), tubuh memprioritaskan darah ke otot. Ini membuat pembuluh darah di area perut (splanchnic) dan ginjal menyempit (vasoconstriction) sehingga aliran darah ke ginjal berkurang.

Ketika aliran darah ke ginjal berkurang menyebabkan ginjal kekurangan oksigen sementara (hypoxic damage). Ini menjadikan filter ginjal (glomerulus) menjadi lebih permeabel, sehingga sel darah merah dan protein lebih mudah masuk ke urine.

Baca Juga: 11 Kebiasaan Buruk yang Dilakukan Terus-menerus dan Bisa Memicu Gagal Ginjal Kronis

Namun tidak perlu khawatir, karena menurut artikel ini, hematuria yang benar-benar disebabkan oleh olah raga biasanya mempunyai perjalanan benign dan self-limited. Atau, artinya tidak berbahaya dan dapat menghilang dengan sendirinya setelah tubuh beristirahat.

Dari penelitian yang disebutkan dalam tulisan Post Exertional Hematuria di atas, rata-rata hematuria sebagian besar (81%) berlangsung di bawah tiga hari, 12% selama 3-7 hari, dan 7% lebih dari 7 hari.

Namun, tidak semua urine yang berwarna merah/kemerahan/warna seperti teh/cola adalah hematuria yang disebabkan karena olah raga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, pubmed.ncbi.nlm.nih.gov

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X