PejuangKantoran.com - Kecurangan finansial (fraud) dalam skala kecil ternyata makin memprihatinkan di lingkungan kerja. Banyak pegawai yang mulai menganggapnya sebagai hal yang lumrah.
Fenomena ini terungkap dalam laporan Medius Financial Census 2026 yang menguji 2.386 petinggi keuangan di AS, Inggris, Swedia, dan Prancis.
Hasil risetnya cukup mengejutkan. Sebanyak 87% profesional keuangan mengaku pernah pura-pura tidak tahu saat melihat klaim atau reimbursement yang terindikasi curang.
Baca Juga: Lembaga PBB UN Women Indonesia Buka Lowongan Kerja Sign Language Interpreter (Retainer)
Lebih parah lagi, 67% responden terang-terangan bilang mereka tidak keberatan ikut membuat klaim fiktif kecil-kecilan kalau rekan kerja mereka melakukan hal serupa.
Pihak Medius menyebut kecurangan berskala kecil ini sebagai istilah "shallowfakes". Bentuknya terkesan kecil buat ukuran perusahaan, sehingga sering dianggap sepele.
Misalnya, me-markup uang bensin, memasukkan nota makan dua kali, atau memakai akun langganan kantor untuk keperluan pribadi.
Budaya ikut-ikutan
Masalah utamanya bukan sekadar sistem pengawasan yang jebol, melainkan masalah budaya di tempat kerja. Sebanyak 64% karyawan merasa sah-sah saja melakukan kecurangan finansial kecil-kecilan kalau mereka merasa gajinya terlalu kecil atau kurang dihargai oleh perusahaan.
Baca Juga: Gempa Susulan Masih Terjadi di Flores, Kapan Pekerja Dinyatakan Aman Kembali Bekerja?
Sementara itu, 57% responden mengaku biasa membulatkan angka klaim kalau merasa nggak bakal ada yang ngeh dengan perubahan tersebut.
Tampaknya, perusahaan sering terlalu fokus pada penipuan skala besar, tapi melupakan kebocoran anggaran di depan mata. Misalnya, penipuan deepfake yang dinilai sangat merugikan.
"Sementara para profesional keuangan sibuk mengawasi penipuan besar itu, ratusan ribu dollar justru lolos lewat pintu belakang melalui kecurangan-kecurangan kecil (shallowfake)," ujar CFO Medius, Chris Wilmot.
Menurutnya, kasus fraud yang terlihat sepele ini pelan-pelan bisa membunuh perusahaan kalau tidak ada kontrol yang ketat untuk menghentikannya.