Meskipun bernegosiasi lewat email memang merupakan keuntungan, tetapi kerugiannya yang lebih besar daripada manfaatnya.
Misalnya, kamu jadi tidak tahu bagaimana email diterima. Padahal, dalam percakapan tatap muka, kamu dapat mendengar dan mungkin melihat reaksi rekruter, baik secara langsung atau lewat panggilan video.
Meskipun kamu bisa dapat membuat draft dan menyempurnakan email, masih sulit untuk menangkap nada dan maksud secara akurat 100% dalam tulisan.
Selain itu, kamu juga tidak akan dapat mengukur bagaimana email tersebut diterima oleh pembaca.
Terakhir, jika negosiasi membutuhkan banyak proses bolak-balik, bahkan mungkin diperlukan brainstorming mengenai kompromi yang bisa diperoleh, maka rantai email yang panjang akan membingungkan.
Baca Juga: 4 Cara Menjawab Permintaan “Ceritakan tentang Diri Anda” Saat Wawancara Kerja
Namun, hal itu tidak akan terjadi jika kamu melakukan negosiasi dalam percakapan langsung. Jadi, ini bisa dibilang kesalahan dalam negosiasi kerja.
3. Berasumsi negosiasi akan merugikan hubungan dengan rekruter
Salah satu kekhawatiran utama dalam negosiasi kerja adalah menimbulkan perasaan tidak enak karena tidak langsung menerima tawaran tersebut.
Namun, ini justru kesalahan dalam negosiasi kerja itu sendiri. Sebab, perusahaan justru menghormati negosiator yang kuat. Lagipula, jika dilakukan dengan benar, maka tidak perlu ada rasa sakit hati.
Buka setiap percakapan dengan ucapan terima kasih yang tulus atas tawaran kerja tersebut. Yakinkan perekrut bahwa kamu sangat antusias dengan peluang ini, dan berharap untuk bergabung.
Lalu, perkenalkan negosiasi sebagai pertanyaan tentang penawaran, bukan negosiasi formal. Dengan cara ini, kamu akan menjaga dialog tetap positif dan menekankan kolaborasi daripada konflik.
Bahkan dengan tawaran pekerjaan awal yang kuat, ada banyak keuntungan dengan mengadakan negosiasi kerja. Salah satu yang terbesar adalah peluang untuk mendapatkan tawaran yang lebih kuat.
Baca Juga: Cara Menanggapi Undangan Wawancara Kerja dari Rekruter via Email Secara Formal
Lalu, kompensasi kerja juga bisa bertambah dari waktu ke waktu, tidak hanya untuk gaji pokok, tetapi untuk aspek lain dari penawaran kerja tersebut.