Untuk memastikan kamu tiba di waktu yang tepat, lakukan uji coba rute dari rumah menuju ke tempat wawancara kerja sebelum hari-H. Terutama jika tempat tersebut berada di daerah yang tidak kamu kenal.
Namun, jangan datang terlalu cepat.
Meskipun kamu disarankan datang 15 menit lebih awal, datang terlalu cepat juga bisa menimbulkan kesan buruk.
Jika kamu datang lebih dari 15 menit lebih awal, hal itu dapat menimbulkan masalah bagi pewawancara. Pada saat itu mungkin mereka belum berada dalam pola pikir terbaik untuk menghadapimu.
“Jika kamu sampai terlalu dini, itu membuat tim pewawancara gugup dan gelisah. Mereka bertanya-tanya, 'Mengapa dia datang begitu cepat?', dan itu membuat tim perekrutan yang menyelesaikan rapat lain merasa tergesa-gesa,” kata Amy.
Sementara Josh mengatakan, datang ke wawancara kerja terlalu awal bisa menandakan kamu “sangat bersemangat" atau malah “sangat putus asa.”
Sisi positifnya, datang terlalu cepat berarti kamu memiliki lebih banyak waktu di lobi untuk mempersiapkan diri sebelum check-in di meja resepsionis atau memasuki kantor.
Hal ini jauh lebih mudah daripada harus memberi tahu pewawancara kalau kamu akan terlambat.
Baca Juga: Cara Menanggapi Undangan Wawancara Kerja dari Rekruter via Email Secara Formal
“Saya tetap lebih memilih lima menit lebih awal daripada terlambat 30 menit,” kata Josh.
Untuk wawancara lewat video, standby 5 menit lebih awal
Untuk wawancara virtual, seperti di Zoom atau Gmeeting, kamu tetap perlu menunjukkan kesiapan dan hadir pada waktu yang tepat.
“Tidak ada alasan (untuk terlambat) kecuali ada kesulitan teknis,” kata Phyllis.
Sebaiknya kamu sudah masuk ke ruang meeting setidaknya lima menit lebih awal untuk wawancara virtual, sehingga pewawancara siap untuk menekan tombol "terima" untuk panggilan masuk.
Datang terlambat juga menandakan kurangnya persiapan, padahal kamu seharusnya merasa siap secara mental untuk segera memulai wawancara.