Pejuangkantoran.com – Ini pengalaman yang sangat sering dialami oleh job seeker alias pencari kerja.
Kamu sudah mengirimkan surat lamaran dengan lampiran curriculum vitae yang sangat meyakinkan. Kamu juga melalui tahap wawancara yang tak kalah meyakinkan karena bisa kamu lalui dengan percaya diri tinggi dan presentasi yang luar biasa.
Setelah itu, situasinya malah membuatmu tegang menunggu hasil dari lamaran atau wawancara kamu. Apakah kamu diterima atau ada kandidat lain yang jauh lebih bagus dari kamu.
Rasa penasaran ini tentu akan menimbulkan pertanyaan, bolehkah kamu mem-follow up setelah semua tahapan seleksi kamu lalui?
Ternyata tidak ada masalah untk mem-follow up hasilya setelah kamu lalui berbagai tahapan seleksi tadi. Follow up melalui email di saat yang tepat dan cara yang sopan, bisa kamu gunakan untuk menanyakan status lamaran kamu atau meminta feedback dari perusahaan tersebut terkait dengan statusmu sebagai pelamar.
Baca Juga: 25 Pertanyaan Yang Sering Diajukan Saat Wawancara Kerja yang Bisa Kamu Jawab dengan Teknik STAR
Kapan waktu yag tepat?
Waktu yang tepat untuk mem-follow up setelah wawancara kerja itu segalanya. Mengirim email atau pesan lewat LinkedIn kepada perusahaan atau Manajer Perekrutan menunjukkan keprofesionalanmu dan membuatmu tetap dalam pantauan tim perekrut.
Saat yang tepat untuk mengajukan mem-follow up adalah:
- Segera setelah wawancara. Kirim email singkat yang berisi ucapan terima kasih telah diberi kesempatan untuk wawancara. Lakukan dalam waktu kurang 24 jam setelah wawancara.
Ini kesempatanmu untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada perekrut atau manajer perekrutan, menegaskan kembali antusiasme kamu, dan meninggalkan kesan positif.
- Satu atau dua pekan setelah kamu mengirim lamaran. Setelah kamu mengirim lamaran, dan belum ada tanggapan setelah satu hingga dua pekan, kamu bisa menanyakan status lamaran kamu.
Jangan menunggu terlalu lama untuk mendapatkan kepastian atas status lamaranmu, karena mungkin kamu akan kehilangan kesempatan untuk terus menyatakan minat kamu terhadap lowongan tersebut.
- Jika belum ada respon setelah kamu mengirim pesan atau email follow up pertama. Jika belum ada tanggapan/respon setelah kamu mengirim email/pesan follow up pertama, maka kirim pesan/email kedua sekitar satu atau dua pekan setelah email/pesan pertama dengan bahasa yang santun.
Hindari email atau pesan dalam waktu yang terlalu dekat, karena ini terkesan mendesak.
Baca Juga: 6 Alasan Mengapa Tidak Perlu Membuat CV yang Kreatif agar Lamaran Kerjamu Lebih Menonjol
Tips dalam mengirim email atau pesan follow up adalah, pertama sopan dan ringkas. Gunakan bahasa resmi dan jangan bertele-tele. Kedua, hindari nada menekan atau mendesak, meskipun kamu sudah ‘ngebet’ sekali mendapatkan update status kamu. Ketiga, lakukan proofread (baca ulang) terhadap email atau pesan kamu sebelum kamu kirim. Jangan sampai ada typo karena itu bisa menurunkan kesan keprofesionalan kamu.
Artikel Terkait
5 Langkah untuk Menyiapkan Lamaran yang Tepat untuk Mendaftar Beasiswa Chevening 2023
4 Font Terbaik dan Terburuk untuk Menulis Resume dan Lamaran Kerja, Bisa Pengaruhi Hasilnya!
Pernah Coba Cold Email, Kirim Lamaran Kerja ke Perusahaan yang Tidak Buka Lowongan?
Pantesan Lamaran Kerjamu Ditolak Melulu, Ini 7 Kesalahan dalam CV yang Bikin Kamu Susah Dapat Kerja
Contoh Email untuk Membalas Email Penolakan Lamaran Kerja dari Rekruter dalam Bahasa Inggris
Cara Menjawab Pertanyaan "Apa yang Akan Kamu Berikan untuk Perusahaan" saat Wawancara Kerja
Jangan Sembarangan Pilih Warna Pakaian Saat Wawancara Kerja. Berikut Alasannya Dan Rekomendasinya
Cara Menjawab Pertanyaan tentang Etos Kerja saat Wawancara Kerja, Ingat Kata-kata Kuncinya!