PejuangKantoran.com - FHI 360 (Family Health International) adalah organisasi nirlaba internasional dengan lebih dari 4.000 staf yang bekerja di lebih dari 60 negara.
Fokus utama mereka adalah memastikan setiap orang punya akses pada peluang untuk hidup lebih sehat dan sejahtera.
Di Indonesia, FHI 360 mengembangkan proyek Meeting Targets and Maintaining Epidemic Control (EpiC), yang didanai oleh Pemerintah Amerika Serikat dan berjalan hingga tahun 2027.
Baca Juga: Bisakah Taylor Swift dan Rihanna Menjadi Contoh 'Miliarder Etis'? Pahami Maksud Sebutan Tersebut!
EpiC mendukung pemerintah dan pemangku kepentingan lokal untuk memperkuat respons terhadap penyakit menular, mulai dari sistem surveilans, komunikasi risiko, hingga keterlibatan masyarakat.
Untuk itu, FHI 360 membuka lowongan kerja Surveillance Specialist dalam proyek global mereka tersebut. Sebagai Surveillance Specialist, kamu akan terlibat langsung dalam penguatan sistem surveilans nasional untuk mendeteksi dini dan merespons ancaman wabah maupun pandemi.
Mulai dari surveilans berbasis indikator hingga event-based surveillance, semua bertujuan agar keputusan kesehatan masyarakat bisa dibuat secara cepat, tepat, dan berbasis data yang akurat.
Deskripsi pekerjaan:
• Merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi penguatan sistem surveilans penyakit menular.
• Menjadi focal point surveilans untuk proyek EpiC di Indonesia.
• Mendukung integrasi surveilans berbasis indikator, event-based surveillance (EBS), dan community-based surveillance (CBS).
• Memberikan asistensi teknis dan mentoring kepada mitra pemerintah dan pelaksana program.
• Mengidentifikasi kendala operasional dalam pelaporan penyakit dan merancang solusi yang aplikatif.
• Mendukung digitalisasi alat surveilans dan SOP sesuai standar IHR 2005 dan GHSA.
• Memperkuat kapasitas pengelolaan sistem informasi kesehatan (HMIS).
• Melakukan analisis data rutin dan darurat untuk kebutuhan respons cepat.
• Menyusun buletin surveilans, laporan wabah, visualisasi data, dan ringkasan teknis.
• Berpartisipasi dalam forum teknis nasional terkait surveilans dan respons wabah.
• Mendorong koordinasi multisektor dan pertukaran pengetahuan lintas negara.
• Mendukung penyusunan laporan proyek dan dokumentasi untuk donor.
Persyaratan:
• Minimal S2 di bidang Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, atau bidang terkait.
• Pengalaman minimal 6 tahun di bidang surveilans penyakit menular.
• Berpengalaman dalam investigasi epidemiologi dan analisis data lapangan.
• Pernah bekerja sama dengan instansi pemerintah di tingkat nasional/daerah.
• Mampu menyusun laporan teknis dan presentasi profesional.
Kompetensi teknis:
• Memahami sistem surveilans nasional dan regional.
• Familiar dengan JEE, NAPHS, dan mekanisme GHSA.
• Menguasai sistem manajemen data seperti DHIS2 atau sistem serupa.
• Mampu menggunakan software analisis data: Epi-Info, SPSS, R, SAS (diutamakan).
• Mahir menggunakan Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint).
Baca Juga: 3 Pemuda Berusia 22 Tahun Jadi Miliarder Termuda dari Startup AI, Apa Artinya buat Generasi Muda?
Soft skills:
• Kemampuan komunikasi interpersonal yang sangat baik.
• Mampu bekerja secara kolaboratif di lingkungan multi-mitra.
• Teliti, analitis, dan problem solver.
• Sensitif terhadap keberagaman budaya dan dinamika sosial-politik.
• Mampu bekerja secara mandiri maupun dalam tim.
Bahasa
• Fasih berbahasa Inggris (lisan dan tulisan).
• Menguasai bahasa resmi negara tempat bekerja.
Benefit:
• Kesempatan berkontribusi langsung dalam penguatan sistem kesehatan nasional.
• Bekerja di organisasi internasional bereputasi global.
• Lingkungan kerja profesional, kolaboratif, dan dinamis.
• Pengalaman kerja lintas sektor dan lintas negara.
• Peningkatan kapasitas dan pengembangan profesional berkelanjutan.
• Keterlibatan dalam proyek global bidang ketahanan kesehatan.
• Kesempatan memperluas jaringan profesional internasional.
• Perjalanan dinas hingga 75% (dalam negeri) dengan dukungan operasional.
Untuk melamar lowongan kerja Surveillance Specialist, buka: https://tinyurl.com/2hdz49wm.
Artikel Terkait
Viral Banyak yang Minta Tolong Damkar daripada Polisi, Wakapolri Ungkap Alasannya
Ini Cara Sederhana yang Bisa Dilakukan agar Kamu Makin Dekat ke Kebebasan Finansial
Tips Negosiasi Tagihan yang Efektif dengan Penyedia Layanan agar Pengeluaran Kamu Tidak Boncos Terus!
Pingin Jadi Youtuber? Ini 3 Jenis Konten Youtube yang Diprediksi bakal Jadi Tren ke Depannya!
Kenali Isi RUU KUHAP yang Sudah Resmi Disahkan, Apa Artinya untuk Kamu sebagai Warga Negara?
Gambaran Roadmap Belajar Menjadi AI Trainer dalam 3 - 6 Bulan
Legenda Kelam Malin Kundang, ketika Cerita Rakyat Diinterpretasi Jadi Film Thriller Psikologis yang Mencekam