Pejuangkantoran.com – Kebutuhan akan artificial intelligence atau AI terutama generative AI dalam kehidupan sehari-hari terus meningkat.
Kebutuhan ini tak hanya menuntut jumlah namun seberapa relevan AI terhadap kebutuhan manusia sebagai user-nya.
Seperti kita tahu, sebagai mesin yang bekerja sesuai data dan pola data yang bisa dia akses, AI tidak akan memahami makna sebagaimana manusia. AI sering salah konteks, bias, “ngasal”, terlalu literal, dan tidak mengikuti etika sosial dan hukum yang diterapkan di manusia.
Oleh karena itu perlu adanya profesi AI Trainer yang akan mengarahkan, mengevaluasi, dan memperbaiki model kecerdasan buatan, terutama LLM seperti ChatGPT, Gemini, Claude.
Berikut ini gambaran roadmap belajar dalam rentang waktu 3-6 bulan untuk menjadi AI Trainer yag diambil dari berbagai sumber, seperti praktik dan standar dari perusahaan yang mempekerjakan AI Trainer / Data Annotator / RLHF Rater (OpenAI, Meta AI, google DeepMaind, dan sebagainya). Selain itu juga dari kurikulum umum dari kursus AI dan LLM, seperti Google: Generative AI Learning Path dan yang lainnya.
Baca Juga: Perhatikan 5 Kesalahan Umum yang Sering Terjadi saat Prompting untuk Artificial IntelligenceBulan 1: Fondasi: Bahasa, Penulisan, dan Kualitas Jawaban
Tujuan: memahami bagaimana jawaban AI dinilai bagus/buruk.
Yang Dipelajari
- Prinsip clear writing (struktur, tone, ketepatan).
- Cara menilai jawaban LLM:
- akurasi;
- relevansi;
- keamanan;
- ketepatan konteks;
- bias dan fairness.
- Dasar etika AI dan konten sensitif.
Latihan Praktis
- Menganalisis 20 jawaban AI: pilih mana yang lebih baik dan berikan alasan.
- Menulis ulang jawaban AI yang kurang tepat.
- Membuat 10 contoh prompt dan jawabannya dalam berbagai gaya (formal, edukatif, ringkas, netral).
Baca Juga: Perusahaan yang Terlalu Mengandalkan AI akan Kesulitan Membangun Relasi yang Sehat Antar Karyawan
Bulan 2: RLHF (Reinforcement Learning from Human Feedback) dan Annotation
RLHF adalah metode melatih model AI dengan menggunakan umpan balik manusia agar perilaku AI menjadi lebih sesuai dengan nilai, preferensi, dan tujuan manusia. Ini adalah teknik utama di balik model seperti ChatGPT, Claude, Gemini, dan model-model modern lainnya.
Tujuan: memahami cara kerja training LLM secara praktis.
Yang Dipelajari
Artikel Terkait
Panduan dan Contoh Prompt yang Bisa Digunakan Manajer Dalam Mengatur Manajemen Waktu
Perhatikan 5 Kesalahan Umum yang Sering Terjadi saat Prompting untuk Artificial Intelligence
Kebutuhan Virtual Assistant Makin Besar, Apakah VA Manusia Akan Berhadapan Dengan VA Artificial Intelligence?
6 Poin Cara Melatih Keterampilan Imajinasi Kamu Agar mampu Membuat Prompting Yang Berkelas
Posisi Prompt Engineer sedang Jadi Incaran Banyak Perusahaan, Gajinya Juga Bikin Ngiler!
Peluang Besar Menjadi AI Trainer alias Pelatih AI, Supaya AI Menjadi Lebih Manusiawi