Sebelum Mengudara sebagai Radio Pertama di Indonesia, RRI Dulunya Radio Jepang Hoso Kyoku

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 11 September 2023 | 15:50 WIB
Ilustrasi: Tanggal 11 September yang diperingati sebagai Hari Radio Nasional juga sering disebut sebagai Hari RRI. (Freepik/Jcomp)
Ilustrasi: Tanggal 11 September yang diperingati sebagai Hari Radio Nasional juga sering disebut sebagai Hari RRI. (Freepik/Jcomp)

Tujuan utama pendirian RRI

Pada akhir pertemuan, Abdulrachman Saleh membuat simpulan bahwa RRI dibentuk untuk meneruskan penyiaran dari delapan stasiun di Jawa, menjadi alat komunikasi antara presiden dan pemerintah dengan rakyat, serta mengimbau seluruh hubungan antara pemerintah dan RRI disalurkan melalui Abdulrachman Saleh.

Pada pukul 24.00, delegasi dari delapan stasiun radio di Jawa mengadakan rapat di rumah Adang Kadarusman. Hasil akhir dari rapat itu adalah didirikannya RRI dengan Abdulrachman Saleh sebagai pemimpinnya.

Sampai akhir 1966, RRI menjadi satu-satunya radio siaran di Indonesia yang dikuasai dan dimiliki oleh pemerintah.

Dengan berjalannya waktu, peran dan fungsi siaran radio ditingkatkan. Dari yang semula hanya sebagai penyalur informasi dan alat komunikasi antara pemerintah dengan rakyat, jadi memiliki fungsi sebagai berikut:

• Fungsi hiburan, artinya RRI memberikan hiburan bagi pendengar, sehingga pendengar merasa senang dan terhibur.

• Fungsi pendidikan, yaitu RRI merupakan sarana untuk menyiarkan acara pendidikan kepada pendengar yang jumlahnya begitu banyak. Fungsi pendidikan mengandung maksud bahwa siaran yang disajikan berusaha menambah pengetahuan masyarakat.

Baca Juga: Sedang Ramai di Bioskop, Hantu Valak di The Nun II Siap Meneror! Ini Jadwal Tayang Filmnya di Jakarta

• Fungsi penerangan, berarti RRI mampu menyiarkan informasi kepada masyarakat sehingga mereka tahu peristiwa apa saja yang terjadi di dalam maupun di luar negeri.

Setelah lebih dari 20 tahun menjadi satu-satunya radio di Indonesia, akhirnya radio swasta pertama di Medan muncul pada 1968.

Lalu, pada 1970 keberadaan radio swasta mulai disahkan oleh pemerintah hingga saat ini.

Apakah ada di antara para pejuang kantoran yang masih suka mendengarkan radio hingga saat ini? Selamat Hari Radio Nasional, ya! (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: KPI, Bandung.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X