Seorang Ibu Temukan Penyakit Anaknya Lewat ChatGPT, Setelah 17 Dokter Gagal Mendiagnosisnya

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 25 September 2023 | 19:08 WIB
Ilustrasi: Chatbot AI mampu memberi informasi mengenai penyakit yang diderita seorang anak. (Canva)
Ilustrasi: Chatbot AI mampu memberi informasi mengenai penyakit yang diderita seorang anak. (Canva)

Ia kemudian mencari ahli bedah saraf yang berspesialisasi dalam gangguan tersebut, dan seperti yang dibilang ChatGPT, dokter tersebut mengonfirmasi bahwa anaknya menderita tethered cord syndrome.

Penggunaan ChatGPT memicu kontroversi

Sejak diluncurkan pada November 2022, ChatGPT telah memicu kontroversi mengenai penggunaannya yang luas dan potensi risikonya.

Dikhawatirkan, teknologi ini akan menimbulkan plagiarisme, kecurangan, implikasi hukum, dan potensi kerugian terhadap kemanusiaan.

Namun, chatbot dibuat dan diprogram untuk melakukan satu pekerjaan: memberikan jawaban atas sebuah pertanyaan, yang dengan sangat baik dilakukan dan dengan kecepatan yang hampir seketika.

Dalam kasus ibu tersebut, chatbot terbukti berguna karena meskipun dokter yang dikunjunginya memiliki pengetahuan terbatas pada keahlian medis tertentu, ChatGPT ternyata memiliki jutaan informasi di luar satu bidang.

Namun, hanya karena ChatGPT lebih "berhasil" bagi sebagian pengguna dibandingkan menggunakan mesin pencari atau berkonsultasi dari satu spesialis ke spesialis lainnya, teknologi ini tidak selalu benar.

Baca Juga: Profesi yang Paling Banyak Jadi Impian Gen Z alias Generasi TikTok Saat Ini: Influencer!

Bahkan, pembuatnya, OpenAI, telah secara terbuka mengungkapkan bahwa chatbot dapat mengalami kesalahan dan kesalahannya bisa sangat bias.

Lalu, sehubungan dengan masalah medis, para ahli memperingatkan bahwa meskipun ChatGPT ada manfaatnya, tetapi hal ini tidak menggantikan dokter manusia.

“Tidak salah menggunakan alat-alat ini. Anda hanya perlu menggunakannya dengan cara yang benar.

"Ini adalah mitra pemikiran yang hebat, tetapi tidak menggantikan keahlian mental yang mendalam," ujar Dr. Byron Crowe, seorang dokter penyakit dalam. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Entrepreneur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X